Sekda Pastikan Sterilisasi Perbatasan Sesuai Protokol Kesehatan

oleh -
Untuk memastikan terpenuhinya protokol kesehatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Iyos Somantri (kanan) melakukan monitoring ke posko strelisasi pebatasan Kabupaten Sukabumi-Kabupaten Bogor di Terminal Benda, Kecamatan Cicurug.

Wartawan Agus Setiawan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Iyos Somantri memastikan operasi sterilisasi perbatasan yang digelar oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi sesuai dengan protokol kesehatan. Dalam hal ini  semua kendaraan yang melintasi batas wilayah Kabupaten Sukabumi harus disterilisasi dengan cairan disinfektan dan semua penumpang harus diperiksa kesehatannya.  

Hal itu disampaikan Sekda Iyos ketika monitoring posko sterilisasi perbatasan Kabupaten Sukabumi-Kabupaten Bogor di Terminal Benda, Kecamatan Cicurug, Sabtu (04/4/2020). Dalam kegiatan itu, sekda melakukan dialog dengan para penumpang kendaraan bermotor yang akan masuk wilayah Kabupaten Sukabumi sambil tetap menjaga jarak sejalan dengan protokol kesehatan. 

“Monitoring ini untuk memastikan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan dan pemeriksaan penumpang di Terminal Benda terus dilakukan sesuai protokol kesehatan,” kata Iyos.

Saat berdialog dengan para penumpang dan pengendara, Sekda menghimbau mereka untuk terus berhati-hati dan selalu waspada. Mereka dianjurkan untuk selalu  menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta senantiasa menjaga kesehatan tubuh untuk mencegah tertular penyakit Covid-19.

“Sampai hari ini kita semua bekerja keras untuk mencegah meluasnya Covid-19. Kita semua harus memaksimalkan ikhtiar. Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah bekerja sama bergotong royong dalam mencegah penyebaran Virus Corona,” ujarnya. 

Sekda mengingatkan, penanganan Covid-19 akan berjalan efektif dan berhasil jika disertai kesadaran dan kerja sama dari semua kalangan. Terkait dengan hal ini, dia meminta para pemudik atau pendatang yang baru tiba di Kabupaten Sukabumi diminta untuk tinggal di rumah selama 14 hari.

“Terapkan juga physical distancing, jaga jarak yang aman dengan orang lain. Sayangilah diri kita dan keluarga kita,” ungkapnya. (*)