Swab Test, dari 18 Sampel Tetap Satu yang Positif Corona

oleh -
Sumber Data: Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi

Wartawan Agus Setiawan

Pusat Informasi dan Komunikasi Covid 19 Kabupaten Sukabumi mengumumkan, dari 18 item sampel cairan hanya satu yang posifit Corona. Selebihnya 16 negatif dan satu lagi masih menunggu hasil tes.    

Hal yang sama berlaku juga untuk hasil rapid test yang menguji sampel darah. Dari 180 orang yang mengikuti rapid test, sebanyak 144 orang dinyatakan negatif, 34 orang masih dalam proses, dan dua orang 2 positif Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Harun Alrasyid mengatakan, hasil yang positif tersebut belum bisa dinyatakan 100 persen. Sebab akan dilakukan tes lanjutan untuk memastikan pasien tersebut terkena covid 19.

“Yang dua orang itu dinyatalam positif berdasarkan hasil rapid test. Untuk memastikan terkena Corona 100 persen, keduanya harus menjalani swab test. Nanti Setelah hasil swab keluar baru bisa diputuskan statusnya, positif atau negatif Covid-19,” kata Harun yang juga menjabat Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sukabumi di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 di Pendopo Sukabumi, Kamis (2/4/2020).

Dengan demikian, ujar Harun, jumlah pasien positif Corona berdasarkan swab test di Kabupaten Sukabumi tetap satu orang. Pasien positif Corona tersebut masih menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi, Cibadak.

“Keadaannya saat ini cukup baik. Mudah-mudahan dia cepat pulih dan sembuh,” tutur Harun. 

Secara keseluruhan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 1.386 dengan jumlah orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 4.521. Adapun jumlah dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Sukabumi  jumlahnya mencapai 27 orang.

Sementara itu Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (DKIP) Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri menambahkan, masyarakat harus mengetahui dengan jelas tentang kategori ODP.

“Berdasarkan ketentuan dari pemerintah, ODP itu dibagi dua yakni ODP yang memiliki gejala dan mereka yang tanpa gejala atau OTG. Saat ini pemda memberlakukan ketentuan, pemudik yang datang dari zona merah langsung ditetapkan sebagai ODP walaupun tanpa gejala,” kata Herdy.

Terkait sterilisasi di perbatasan, Herdy yang akrab disapa Kang Bima menyatakan, prosesnya masih tetap dilanjutkan. Bahkan pada Jumat (3/4/2020) akan ada penambahan personel untuk ditempatkan di kawasan perbatasan. (*)