Hadapi Corona, Jadilah Hamba Tuhan dan Warga Negara yang Baik

oleh -
Ketua Harian Dewan Rohaniwan Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin), Ws Budi Suniarto, S.E, MBA.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Sebagai bangsa yang religius dan gemar bergotong royong, bangsa Indonesia jangan pernah melupakan Tuhan dalam upaya menangani dan menanggulangi Virus Corona dan penyakit Covid-19. Selain itu, bangsa Indonesia harus tetap bergandengan tangan dalam kebersamaan untuk menjalankan kebijakan dan aturan pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus tersebut.  

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPR RI, DR. (HC) Muhaimin Iskandar, M.Si. dan Ketua Harian Dewan Rohaniwan Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin), Ws Budi Suniarto, S.E, MBA yang dihubungi secara terpisah, Kamis (2/4/2020).

Bangsa Indonesia harus terus berdoa dan mengikuti anjuran pemerintah, kata mereka. Dengan berdoa, bangsa Indonesia akan menjadi kuat secara mental dan dijauhkan dari perasaan risau dan gelisah. Sejalan dengan itu, bangsa Indonesia harus menjadi warga negara yang baik dalam mentaati dan menjalankan anjuran pemerintah.

Wakil Ketua DPR RI, DR. (HC) Muhaimin Iskandar, M.Si.

Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin mengajak bangsa Indonesia untuk selalu berdoa, bersatu padu, dan bahu-membahu dalam menghadapi Covid-19. Sementara Budi menekankan pentingnya masyarakat mendukung semua kebijakan pemerintah dalam menghadapi Virus Corona.

“Saya mengajak masyarakat untuk terus berdoa dan selalu mengingat Allah serta bahu-membahu dalam menghadapi musibah saat ini. Bangsa Indonesia juga harus mendoakan para petugas medis agar selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugasnya,” kata Cak Imin.

Pejabat lembaga tinggi negara yang juga memegang jabatan MABINAS PB PMII dan Ketua Umum PKB ini menyampaikan, semoga Allah senantiasa menjaga dan mengawal seluruh bangsa Indonesia, khususnya anak-anak bangsa yang sedang berjuang untuk membantu sesama dalam melawan Virus Corona.

“Banyak saudara kita yang berjuang di lapangan seperti petugas medis, dokter, perawat, tenaga kesehatan, relawan termasuk petugas yang memberi penyuluhan dan penyemprotan massal serta relawan yang membagikan disinfektan kepada masjid, mushola, tempat-tempat umum. Mari kita doakan mereka supaya sehat, kuat, dan selamat,” kata Cak Imin.

Dia mengajak bangsa Indonesia agar tidak henti-hentinya berzikir, bershalawat, berdoa, sekaligus kita terus berusaha untuk sabar dan tegar dalam menghadapi wabah Corona. 

“Kalau memungkinkan kita tinggal di rumah saja, tidak keluar kalau tidak terpaksa. Yang terpaksa keluar rumah karena pekerjaan atau kewajiban penting lainnya jangan lupa selalu berdoa, wirid asma Allah, dan membaca shalawat,” tuturnya.

Senada dengan Cak Imin, Budi yang juga menjabat Ketua FOBI (Federasi Olahraga Barongsay Indonesia) mengatakan, selama ini Pemerintah RI telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan langkah untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari penularan Corona.

Langkah yang telah diambil pemerintah antara lain memberlakukan sistem bekerja dari rumah (work from home), mengalihkan kegiatan belajar mengajar anak sekolah ke rumah, dan larangan membuat kegiatan yang mengundang kehadiran banyak orang.

“Sebagai warga negara yang baik, kita wajib mengikuti apa yang diintruksikan oleh pemerintah. Menjaga jarak dengan orang lain ketika berada di luar merupakan cara yang paling mudah dan murah dalam mencegah penularan Virus Corona,” ujar Budi.

Daripada berdebat tanpa hasil, lanjut dia, sebagai manusia  yang dianugerahi  daya cipta dan akal sehat, bangsa Indonesia hendaknya tetap bersatu padu dalam mengalahkan dan menghalau Virus Corona. 

“Sebagai umat yang beriman, sebagai insan yang beragama, mari kita tingkatkan doa kepada Tuhan. Kita selalu memohon perlindungan Tuhan agar Covid-19 segera teratasi dan segera enyah dari Bumi Nusantara yang kita cintai,” ujar Budi.

Menjaga dan meningkatkan kewaspadaan tetap penting, tetapi tidak boleh panik, ujar dia.  Karena kepanikan justru akan memunculkan perasaan takut pada diri manusia yang pada akhirnya dapat mengurangi imunitas tubuh. (*)