Rapid Test, 144 Orang Dinyatakan Negatif Corona

oleh -

Wartawan Agus Setiawan

Pemkab Sukabumi telah melakukan prosedur rapid test terhadap 168 warga. Dari warga yang menjalani rapid test sebanyak itu, 146 hasilnya telah diketahui. Cukup melegakan, hasil rapid test menunjukkan, 144 orang negatif Corona, sedangkan yang positif sebanyak 2 orang.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi,  H. Harun Alrasyid dalam konferensi pers di Posko Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi di Pendopo Sukabumi, Rabu (1/4/2020). Jadi sebagian besar hasil tes, ujar Harun, menunjukkan hasil yang negatif.

“Bahkan 2 orang yang positif pun belum bisa dinyatakan 100 persen terpepar Virus Corona. Mereka harus mengikuti tes lanjutan yakni swab tes untuk memastikan pasien tersebut benar-benar terkena Covid-19,” ujar Harun.

Sementara sampel darah milik 22 orang lagi saat ini masih dalam proses rapid test. Tidak lama lagi, Dinkes Kabupaten Sukabumi akan mengambil hasil swab test untuk memastikan status 2 warga yang positif berdasarkan hasil rapid test. Kini, mereka masih menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi.

“Kondisi dua pasien ini menunjukan keadaan yang baik,” ujar Harun.

Dengan perkembangan tersebut, sampai sekarang jumlah warga positif Corona warga Kabupaten Sukabumi tetap 1 orang berdasarkan swab test. Kondisi pasien positif Covid-19 itu juga menunjukkan perkembangan medis yang baik.  

Data terkini yang dirilis Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 3.024 dan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 23 orang.  

“Meningkatnya ODP yang terdata itu berkat kerja sama yang bagus dalam pendataan. Berdasarkan hasil pendataan, kenaikan jumlah ODP disebabkan banyaknya warga yang baru mudik dari daerah zona merah. Setiap warga yang datang dari daerah zona merah langsung ditetapkan sebagai ODP,” jelas Kepala Dinkes.  

Berbicara tentang PDP yang sudah sembuh, Harun mengatakan, mereka tetap dalam pemantauan petugas kesehatan. Kelompok PDP ini harus mengisolasi diri secara mandiri selama 14 hari setelah dinyatakan sembuh dan selesai perawatannya.

Proses pemantauan wabah Covid-19 di Kabupaten Sukabumi saat ini semakin lancar karena didukung oleh Satgas Siaga Corona di semua tingkatan, mulai kecamatan hingga ke RW. Satgas juga mendapat bantuan pesonel dari kader posyandu.

Saat ini Pemkab Sukabumi sedang menjajaki perubahan fungsi kamar-kamar di Asrama Haji Pubangdai Cikembar menjadi ruang isolasi untuk pasien Covid-19. Upaya lainnya penambahan 20 tempat tidur di RSUD Sekarwangi, 10 tempat tidur di RSUD Palabuhanratu, dan penembahan beberapa tempat tidur di rumah sakit pemerintah dan swasta lainnya. (*)