Penggunaan Dana Desa di Cidahu Dipertanyakan Warga

oleh -
Balai Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi tampak megah sebagai simbol keberhasilan pembangunan di desa tersebut.

Wartawan Sadeva Jampang

Penggunaan alokasi dana desa (ADD) dan dana Desa (DD) di Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi tahun 2019 mulai dipertanyakan warga. Mereka mengaitkan hasil pembangunan sarana dan prasarana desa dengan  sketsa dan rancangan anggaran biaya (RAB). 

Salah satu warga yang getol mempertanyakan ADD dan DD 2019 adalah F. Kepada wartawan, Selasa (24/3/2020), F merasakan dan melihat ada gelagat yang kurang tettib dalam penggunaan kedua dana tersebut.

Selama ini F tidak sekedar bicara. Dia pun pernah menyampaikan temuan masyarakat  dalam penggunaan ADD dan DD kepada Muspika Cibitung dan Inspektorat Kabupaten Sukabumi. Tapi laporan dari F itu belum mendapat  respon dari instansi terkait.

Tokoh lain bernama A juga mengkiritis kinerja Pemdes Cidahu. Menurut dia, organ-organ di dalam tubuh pemerintahan desa tidak berfungsi dengan optimal. Koordinasi antar lembaga desa pun tidak begitu baik. 

“Sistem pengawasan internal desa harusnya lebih diperkuat lagi. Apa gunanya ada lembaga pengawas di tingkat desa kalau masih ada masalah dalam penggunaan Dana Desa? Ini masih terjadi,” katanya.

Atas tuduhan dua tokoh F dan A, Kepala Desa Cidahu, Sarif membantah semua tudingan miring yang dialamatkan pada dirinya. Dia menjelaskan,  seorang kepala desa berfungsi sebagai kuasa pengguna anggaran bukan pelaksana pembangunan. Sementara pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh lembaga lain.  

“Selaku kepala desa, saya tidak pernah mengintervensi siapapun terkait pelaksanaan program pembangunan di desa. Saya telah bekerja dengan banar sesuai aturan. Jadi salah alamat jika menuduh saya melakukan penyelewengan Dana Desa,” kata Syarif. (*)