Trio Pimpinan Palabuhanratu Terbitkan Surat Penutupan Tempat Hiburan

oleh -

Wartawan Usep Mulyana

Tiga pimpinan yang tergabung di dalam Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (FKPK) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi sepakat dengan penutupan sementara tempat hiburan malam (THM) dan café yang ada di wilayah Palabuhanratu.

Kesepakatan FKPK Palabuhanratu itu dituangkan dalam surat yang diteken unsur camat, Kapolsek dan Danramil dan ditujukan kepada para pemilik THM dan café di ibu kota Kabupaten Sukabumi tersebut.

“Sehubungan dengan adanya wabah Virus Corona/Covid-19  di wilayah NKRI khususnya di Kabupaten Sukabumi, maka perlu upaya dan tanggung jawab semua pihak termasuk warga masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran virus tersebut,” kata pembuka surat yang ditandatangani oleh Camat Palabuhanratu Ahmad Samsul Bahri, Kapolsek Palabuhanratu Kompol Oki Eka Kartika Yana, dan Danramil Palabuhanratu Kapten Inf. Budi Hadi Priyadi.

Berdasarkan kewajiban untuk melakukan upaya dan berbagi tanggung jawab tersebut, FKPK Palabuhanratu mengimbau para pemilik THM dan café untuk menutup sementara aktivitas hiburan yang mereka selenggarakan sampai dengan tanggal 30 Maret 2020. Surat tersebut menekankan kata ‘sementara’ karena penutupan memang tidak permanen.

“Apabila situasi dipandang masih membahayakan maka akan diberitahukan kembali sesuai instruksi lebih lanjut,” bunyi surat itu.

Di akhir surat, ketiga pejabat meminta para pemilik tempat hiburan untuk memperhatikan dan melaksanakan isi surat dengan penuh kesadaran dan penuh rasa tanggung jawab. Surat itu tanpa tanggal, kemungkinan besar dibuat pada Sabtu atau Minggu, tanggal 21 atau 22 Maret 2020.

Sikap tegas FKPK Palabuhanratu itu mendapat apresiasi dari Ketua Kebangkitan Jawara dan Pengacara/Bang Japar Indonesia (BJI) Presda Sukabumi Raya, Budhy Lesmana.

Kepada wartawan, Senin (23/3/2020), Budhy mengatakan, desakan organisasinya yang menginginkan penutupan pabrik dan indsutri, tempat wisata, dan tempat huburan mulai membuahkan hasil.  

“FKPK Palabuhanratu telah melakukan gebrakan yang positif. Mudah-mudahan,  sikap ini diikuti oleh pemerintahan di wilayah lain,” ungkap Budi.

Jauh sebelumnya, pada 17 Maret 2020 lalu, BJI Presda Sukabumi Raya berkirim surat kepada Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami perihal Penutupan Pabrik, Tempat Pariwisata, dan Tempat Hiburan di Kabupaten Sukabumi.

“Satu kecamatan telah memenuhi harapan kami. Kami sangat mengapresiasi keputusan tersebut walaupun baru menyangkut tempat hiburan,” tutur Budhy.

Dia berharap kepada Bupati Sukabumi untuk segera memenuhi permintaan BJI Presda Sukabumi Raya seperti tercantum pada suratnya. Permintaan BJI tersebut, kata Budhy wajar dan masuk akal karena tujuannya untuk mencegah penyebaran Virus Corona yang dipicu oleh konsentrasi manusia.

Sebagai ormas yang mengakar, lanjut dia, BJI juga akan terus membantu pemerintah dalam melakukan pemantauan dan ikut mensosilisasikan imbauan tersebut ke setiap wilayah. 

“Kami telah memiliki presidium di 47 kecamatan. Para pengurus ini lebih dekat ke titik-titik sasaran dalam melakukan pemantauan. Para pengurus di kecamatanlah ujung tombak kami di lapangan,” kata Budhy. (*)