Jawara Peci Merah Ungkap Kegundahan Lewat Syair Virus Corona

oleh -
Ustadz Peci Merah

Wartawan Usep Mulyana

Berawal dari rasa keprihatinan yang mendalam akan masa depan umat Islam terkait merebaknya Covid -19, Jawara Peci Merah, Ustadz Yudi Pratama mengilustrasikan kegundahannya lewat sebuah syair.

Melalui untaian syair yang digubahnya, dia ingin umat Islam kembali menjalani kehidupan normal sambil tetap memasang kewaspadaan yang tinggi dalam menghadapi Virus Corona.

“Kepanikan ini harus segera diakhiri. Umat Islam jangan terlalu fobia pada Virus Corona. Hidup dan mati kita ada di tangan Allah SWT. Saya gundah melihat umat Islam panik dan ikut berpolemik. Perasaan ini saya ungkapkan lewat sebuah syair bernuansa religi dalam bahasa Sunda,” kata Yudi saat dihubungi lewat selulernya ketika berada di rumahnya di Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi,  Minggu (22/3/2020) malam.

Ide membuat kidung tersebut, kata dia, muncul secara tiba-tiba, tanpa direncanakan.  “Saya masih ingat,  lirik syair itu dibuat menjelang tengah malam pada Selasa Pahing,” jelasnya. 

Syair untuk Virus Corona itu diawali dengan kalimat yang menyatakan, Virus Corona berasal dari Negeri Tiongkok atau China. Penyebarannya di berbagai negeri termasuk di Indonesia merepotkan dan menyusahkan banyak orang.

“Dunia ini sudah seperti terisolasi oleh Covid -19. Virus Corona telah berubah menjadi hantu yang menakutkan, seakan tidak bisa ditaklukkan oleh kekuatan apapun,” kata dia.

Namun, sebenarnya, lanjut Ustadz Yudi, setinggi apapun kedigdayaan  Virus Corona kata dia,  tetap masih dalam penguasaan dan kendali Sang Pencipta virus mematikan tersebut yakni Allah SWT.  Masyarakat harus mempercayakan penanganan dan penanggulangan Covid -19 kepada pemerintah.

“Tapi pemerintah dengan segala kewenangannya tidak boleh bersikap semena-mena dengan membatasi kegiatan peribadatan kita. Saat ini masyarakat membutuhkan  ketenangan dalam menjalankan aktivitas ibadahnya.  Pembatasan-pembatasan waktu dan tempat ibadah bisa memunculkan masalah baru di tengah masyarakat,” ungkap Yudi.

Beberapa orang pejabat di lingkungan Pemkab Sukabumi,  katanya,  sudah satu kata dalam menjawab keraguan masyarakat terhadap efektivitas pengendalian Covid-19. Sampai akhir pekan lalu wilayah Kabupaten Sukabumi masih tetap nihil dari kasus positif Corona. (*)

Berikut isi untaian syair untuk Virus Corona

Corona aduh Corona, Panyakit asal ti Cina, Nyebar ka Indonésia, Ngariweuhkeun kabéh jalma

Sasalaman ogé ulah, Komo solat berjamaah, Jumatan ogé di imah, Sabab sieun gering parah

Éling-éling jalma –jalma, Ulah sieun ku Corona, Maot mah anggeus ajalna, Ti gusti Allah Ta’ala

Ari waspada mah kajeun, Asal ulah leuleuwiheun, Komo nepi ka ninggalkeun, Kana kawajiban anjeun

Corona aduh Corona, Ayeuna jadi bencana, Ngagégérkeun alam dunya, Nepi ka umat Islamna

Innalillahi wainna ilaihi rojiiuna, Innalillahi wainna ilaihi rojiiuna,   

Pamugi urang diraksa tina panyakit Corona, Pamugi urang diraksa dina cocoba Corona

Amin, Amin, Amin, Amin, Amin Yaa Robbalalamiin,

Amin, Amin, Amin, Amin, Amin Yaa Robbalalamiin