Cegah Covid-19, BJI Desak Pemda Tutup Pasar Kaget di Jalur Cibolang

oleh -

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Kebangkitan Jawara dan Pengacara/Bang Japar Indonesia (BJI) Presidium Daerah (Presda) Sukabumi Raya terus bergerilya dengan gerakan masif dan sistematis untuk mendesak pemerintah daerah menutup tempat-tempat konsentrasi manusia guna mencegah penulularan  Covid-19.

Setelah usulannya tentang penutupan bioskop dipenuhi pemilik usaha, BJI Presda Sukabumi Raya mendesak Bupati Sukabumi untuk menutup sementara Pasar Ahad di Jalan Lingkar Selatan (JLS). Alasannya, pasar kaget yang menjadi tempat konsentrasi ribuan manusia tiap hari Ahad itu sangat berpotensi untuk menjadi tempat penyebaran  Virus Corona yang merupakan makhluk mikroskopis paling dikutuk saat ini. 

“Kami tahu Pasar Ahad memiliki manfaat ekonomi bagi para pedagang dan memberikan kemudahan pada warga untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Tapi untuk kondisi saat ini, keberadaan pasar tersebut dapat mendatangkan mudarat kalau dikaitkan dengan penyebaran Virus Corona,” kata Ketua BJI Presda Sukabumi Raya, Budhy Lesmana kepada wartawan, Minggu (22/3/2020).

Memang Pasar Ahad menyediakan berbagai komoditas yang dibutuhkan masyarakat. Di pasar ini, masyarakat bisa memperoleh sayuran, daging, ikan asin, telur, terigu, baju, celana, jas hujan, alat listrik, buku tulis, dan 1.001 jenis barang yang dibutuhkan masyarakat.

Jejeran lapak PKL memenuhi pinggir jalan di kanan dan kiri sepanjang sekitar 1,5 kilometer sejak Masjid Raya Raudhatul Irfan Cibolang memanjang ke arah selatan. Bentangan kumpulan PKL itu meliputi tiga wilayah kecamatan yakni Cicantayan, Cisaat, dan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi.

Terkait desakannya itu, Budhy berkirim surat kepada Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami dengan nomor 34/C-19/BJI-SMI/03/2020 tanggal 21 Maret 2020 perihal penutupan Pasar Ahad di Jalan lingkar Selatan Cibolang.

“Untuk mencegah penyebaran Virus Corona di wilayah Kabupaten Sukabumi, Kami mendesak Bapak Bupati untuk menghentikan sementara operasional Pasar Ahad Jalur Lingkar Selatan Cibolang karena menjadi potensi besar penyebaran virus Covid19,” demikian bunyi alinea ketiga pada surat yang dikirimkan BJI tersebut.

Menurut Budhy, surat tersebut telah tiba di tangan bupati. Tujuan surat, lanjut dia, antara lain untuk menyikapi perkembangan meluasnya penyebaran Virus Corona yang membangkitkan Covid-19 di Indonesia yang sudah mengkhawatirkan dengan tingkat kematian tertinggi di wilayah Asia Tenggara.

Surat ditembuskan kepada Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Kapolres Sukabumi Kota, Kepala Kejaksaan Negeri Cibadak, dan Dandim 0607 Kota Sukabumi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pada Minggu ini, Pasar Ahad masih tetap buka seperti biasa. Namun Budhy yakin pada Minggu depan, pasar tersebut akan ditutup sementara guna mencegah terjadinya konsentrasi manusia. Dia optimis, sepanjang pekan depan Forkopimda Kabupaten Sukabumi akan melakukan pembahasan terkait Pasar Ahad.

“Nanti setelah kondisi normal dalam arti wabah Virus Corona telah berakhir, Pasar Ahad dibuka kembali,” ujarnya. (*)