Berjualan di Zona Merah, PKL Disidang Tipiring

oleh -
Proses pemberkasan perkara untuk persidangan tindak pidana ringan (tipiring) bagi para PKL yang berjualan di zona merah.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Puluhan PKL yang kepergok berjualan di titik-titik zona merah dijaring tim  operasi gabungan untuk dihadapkan ke meja sidang tindak pidana ringan (tipiring), Kamis (27/2/2020). Oleh hakim tipiring, mereka dijatuhi sanksi denda karena terbukti melanggar Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2013 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL.

“Namun kalau bandel tetap berjualan di tempat terlarang, mereka bisa dijatuhi hukuman kurungan,” kata Kabid Penegakan Perda (Gakda) dan Sumber Daya Aparatur (SDA) pada Satpol PP Kota Sukabumi, Sudrajat di tempat sidang tipiring, depan BRI Cabang Sukabumi, Jalan A Yani Kota Sukabumi.

Sidang tipiring digelar di mobil khusus milik Satpol PP Kota Sukabumi. Pada operasi tipiring itu, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polri, TNI,  Subdenpom Sukabumi, dan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi  menjalankan tugasnya di tiga ruas jalan yakni Jalan A Yani, Jalan RE. Martadinata, dan Jalan R.  Syamsudin.

Setelah mengamankan PKL dan barang bukti, petugas gabungan membawa PKL dengan mobil truk ke mobil tipiring yang diparkir di depan BRI Cabang Sukabumi. Jumlah PKL yang disidang sekitar 40 orang.

“Dalam satu bulan kami agendakan dua sampai tiga kali operasi tipiring. Mudah-mudahan operasi ini dapat memberikan efek jera bagi para pelanggar perda. Sehingga mereka tidak berjualan di tempat terlarang,” ujar Sudrajat.

Dalam sidang, lanjut Sudarajat, para PKL diingatkan oleh hakim dan para petugas agar tidak berjualan lagi di daerah kawasan zona merah. Selama ini, kata dia, Satpol PP mengarahkan PKL untuk berjualan di eks terminal Sudirman.

Tidak lupa, para petugas mengingatkan para pedagang yang menggelar tempat usahanya di Jalan Julius Usman agar segera meninggalkan lokasi tersebut. Kehadiran PKL di Jalan Julius Usman yang menempel dengan Pendopo Sukabumi membuat kawasan tersebut kumuh dan macet. (*)