Tiga Kades Ramaikan Bursa Calon Ketua Apdesi

oleh -
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Tendy Hendrayana menyampaikam keterangan kepada wartawan seputar penyeleggaraan Muscab IV Apdesi Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Aep Saepudin (Kowasi)

Tiga orang kepala desa meramaikan bursa calon Ketua Apdesi (Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Sukabumi periode 2020-2025. Mereka akan bersaing memperebutkan 381 suara kepala desa pada Muscab IV Apdesi Kabupaten Sukabumi di Hotel Augusta, Jalan Raya Cikukulu, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan selama dua hari berturut-turut, Kamis dan Jumat (27-28/2/20).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah peserta Muscab IV Apdesi, ketiga kandidat yang akan maju ke pemilihan Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi itu terdiri dari Kades Padaasih, Kecamatan Cisaat, Aum Ruhyandi; Kades Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Taupik Guntur Rohmi; dan ketiga Kades Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Deden Deni Wahyudi.

“Kemungkinan, kandidat untuk ketua Apdesi bisa bertambah atau berkurang sesuai dengan perkembangan dan dinamika di dalam muscab,” kata salah seorang perseta yang enggan disebutkan namanya.

Dari pantauan di lokasi kegiatan, Muscab IV Apdesi Kabupaten Sukabumi diresmikan oleh Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami selepas shalat Ashar. Tampak hadir para kepala desa yang mengabdi di wilayah Kabupaten Sukabumi yang akan menjadi peserta muscab dan memberikan suara secara one man one vote pada pemilihan ketua.

“Muscab ini berlangsung selama dua hari. Pemilihan ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi menggunakan sistem one man one vote, satu orang satu suara,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Tendy Hendrayana di tengah persiapan pembukaan Muscab IV Apdesi.

Siapa pun yang terpilih menjadi ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi, ujar Tendy, bisa dipastikan dia akan menjadi mitra DPMD yang merupakan representasi dari Pemkab Sukabumi.  

“Apdesi bersama Pemkab Sukabumi akan berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk perangkat desa,” kata Tendy. (*)