BPBD Kota Bersiap Hadapi Puncak Musim Hujan

oleh -
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan menyampaikan pemaparan seputar program kerja yang akan dijalankan tahun ini di depan peserta rapat Forum Perangkat Daerah.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi bersiap-siap untuk menghadapi kemungkinan adanya bencana selama puncak musim hujan tahun ini. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, puncak musim hujan selalu disertai bencana longsor, banjir, cuaca ekstrem, dan angin puting beliung.

“Pada bulan Februari, cuaca masih puncak musim penghujan. Begitu juga bulan Maret. Kami telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi berbagai bencana meliputi prasarana, sarana,  dan SDM,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan setelah pembukaan rapat Forum Perangkat Daerah (FPD) yang digelar BPBD Kota Sukabumi di Hotel Santika, Kamis (27/2/2020).   

Dalam persiapan itu termasuk di dalamnya melakukan monitoring untuk mengantisipasi bencana ke beberapa wilayah yang masuk kategori ancaman tinggi untuk jenis bencana longsor dan banjir. 

“Bulan Maret berdasarkan prakiraan cuaca BMKG masih masuk puncak musim penghujan, meskipun intensitasnya agak menurun. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga bencana,” ujar Asep.

Bencana, lanjut dia, selalu datang tanpa melihat iklim dan cuaca. Bisa saja di tengah musim hujan terjadi kebakaran, tambahnya. Contoh terdekat, ketika Asep dan jajarannya sedang mengikuti rapat FPD, di Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang terjadi kebakaran.

“Jadi jangan berasumsi bahwa musim penghujan bisa terhindar dari kebakaran. Karena kebakaran bisa saja dipicu oleh hubungan pendek arus listrik,” jelas Asep.

Kaitan dengan cuaca saat ini, kata Asep, dari 248 kejadian bencana selama 2019, sebagian besar termasuk bencana hidrometeorologi yakni bencana yang dipicu oleh faktor cuaca. 

Rapat yang digelarnya, lanjut Asep, bertujuan untuk menampung dan membahas usulan dan aspirasi masyarakat tekait penanggulangan bencana berdasarkan hasil Musrenbang tingkat Kelurahan dan Kecamatan.

Pada rapat FPD, pembahasan tidak terlalu fokus hanya untuk anggaran, tapi pada upaya menyerap dan mewujudkan usulan masyarakat terkait penanggulangan bencana.

“Ada tiga kategori usulan kegiatan yaitu prabencana, tanggap darurat, dan pasca bencana,” jelasnya. 

Sementara itu Kasi Damkar pada BPBD Kota Sukabumi, Iskandarsyah menyampaikan permintaan kepada masyarakat untuk bersama-sama mengurangi resiko bencana. Untuk mencegah kebakaran yang dipicu oleh konslet listrik, Iskandarsyah mengimbau masyarakat untuk menggunakan kabel yang telah memenuhi SNI.

“Kebakaran yang terjadi di Kecamatan Citamiang barusan dipicu oleh konsleting listrik akibat adaptor handphone menempel pada stop kontak,” jelas dia. (*)