APBD Siapkan Dana untuk Pengadaan LKS

oleh -
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Sukabumi, Nicke Siti Rahayu didampingi Sekretaris Dinas Dikbud, Moh. Hasan Asari memberikan penjelasan seputar program penerbitan e-book LKS yang dibiayai APBD.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Beban para orang tua siswa SD dan SMP untuk membeli buku LKS (Lembar Kerja Siswa) tahun ini mulai berkurang. Pasalnya Pemkot Sukabumi akan membuat LKS berformat e-book berbasis digital yang dapat diakses oleh para orang tua dan siswa. Hebatnya lagi e-book ini dapat ditampilkan di papan tulis sehingga membebaskan para orang tua dari kewajiban untuk membeli hp atau laptop bagi anak-anaknya.

“Jadi e-book ini bisa ditampilkan di papan tulis oleh guru agar dapat dibaca atau dipelajari oleh para siswa. Di rumah, para siswa dapat mengaksesnya dari hp atau laptop,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Sukabumi, Nicke Siti Rahayu didampingi Sekretaris Dinas, Moh. Hasan Asari setelah mengikuti kegiatan coffee morning di Balai Kota Sukabumi, Selasa (25/2/2020).

LKS e-book ini mulai diterapkan pada tahun pelajaran 2020/2021 untuk kelas VII SMP, sedangkan untuk tingkat SD diberlakukan pada tahun 2021. Implementasi dari program e-book tersebut, ujar dia, akan diatur sedemikian rupa sehingga tidak membebani para orang tua.

“Bisa saja sekolah mencetak dan memperbanyak e-book LKS itu untuk dibagikan kepada siswa. Namun apabila tidak bisa memperbanyak, cukuplah guru dan murid belajar dari e-book yang bisa diakses dengan gratis,” tutur nicke.

Pada tahap pertama, Dinas Dikbud Kota Sukabumi akan menerbitkan e-book LKS untuk lima mata pelajaran yang diujikan pada ujian nasional tingkat SMP antara lain matematika, IPA, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia.

Tim penyusunan e-book LKS itu dibentuk oleh Dinas Dikbud yang personelnya diambil dari kalangan para guru. Kota Sukabumi mempunyai guru yang memiliki kompetensi untuk mata pelajarannya masing-masing. Untuk urusan membuat LKS tidak ada hal yang sulit bagi para guru tersebut.

Kepala Dinas Dikbud yakin, LKS yang dibuat oleh tim guru dapat mememuhi kebutuhan guru dan siswa serta harapan masyarakat.

“Kami targetkan selama tiga tahun ke depan, kehadiran e-book LKS ini dapat mencakup semua kelas di SMP dan mulai tahun depan mulai digunakan di SD,” ujar Nicke.

Dengan adanya e-book tersebut secara otomatis menghilangkan sistem penjualan LKS lewat toko buku yang judul dan penerbitnya ditentukan oleh guru. Program penerbitan e-book ini merupakan respon Nicke dan jajarannya terhadap keluh kesan para orang tua dan protes dari para aktivis serta masukan dari pemerhati pendidikan yang menolak komersialisasi pendidikan. (*)