Durian Lokal Makin Diburu Penikmat Kuliner

oleh -
Penggemar durian mengamati buah berduri itu dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan buah yang rasa dan aromanya tepat dan pas di lidah.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Durian lokal yang tumbuh dan dipanen di Sukabumi makin diburu para penikmat wisata kuliner. Dari waktu ke waktu, durian lokal tersebut semakin mendapat tempat di hati para turis lokal dan luar daerah. Dampaknya positif bagi pedagang durian, terutama yang berniaga di sekitar destinasi wisata seperti Palabuhanratu.

Para pedagang durian di Jalan Cipatuguran, Desa Cujayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi bisa meraup hasil penjualan buah berduri itu dalam satu hari antara Rp4 juta hingga Rp6 juta. Harga yang ditawarkan cukup kompetitif yaitu Rp40 ribu dan Rp50 ribu perbutir atau Rp100 ribu untuk tiga butir.  

“Kami berjualan dari pagi hingga pagi hari. Alhamdulillah, pembeli tidak pernah sepi. Ada saja yang beli,” kata Muhammad Endi, penjual durian di Jalan Cipatuguran kepada wartawan, Sabtu (22/2/2020).

Keistimewan durian lokal terletak pada tingkat kemanisannya yang ideal dengan rasanya yang lezat dan tekstur buahnya yang empuk. Ukurannya tidak terlalu besar, tapi isinya banyak dan dagingnya tebal. 

Lapak Endi dikirim durian oleh para petani atau pun tangkulak yang mendapat durian dari kebun-kebun di pelosok Palabuhanratu dan sekitarnya. Tempat berjualannya selalu ramai disinggahi para pelintas yang menuju atau meninggalkan Cipatuguran, tempat PLTU Jabar 2 berada.  

Dalam satu hari, ketika sedang ramai, Endi dapat menjual 120 buah durian. Dari penjualan itu dia dapat mengantungi uang kontan antara Rp5 juta sampai  Rp6 juta. Lapaknya belum menerima pembayaran non-tunai.  

Salah seorang warga,  Nia Rosita (35) yang tinggal di Palabuhanratu mengatakan, hampir tiap hari kerja dia singgah di lapak Endi untuk membeli durian sepulang kerja. Menurut dia, membeli duren di lapak Endi tidak membosankan. Selain duriannya enak dan variannya banyak, pelayanan juga memuaskan. (*)