DLH Luncurkan Clink dan Ceu Piah

oleh -
Gerakan memungut sampah oleh pegawai dari berbagai perangkat daerah di beberapa ruas jalan di Kota Sukabumi dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2020.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang benar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meluncurkan program  Gerakan Sukabumi Clink (Cinta Lingkungan) dan Progam Ceu Piah (Cegah Pilah dan Olah). Peluncuran kedua gerakan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020.

Hadirnya Clink dan Ceu Piah di Kota Sukabumi ditandai dengan gerakan memungut sampah yang diikuti Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota, H. Andri Setiawan Hamami serta Kepala DLH, Adil Budiman, Jumat (21/2/2020). Ketiganya bersama tim dari berbagai perangkat daerah berangkat dari depan Balai Kota Sukabumi untuk memunguti sampah di beberapa ruas jalan.

Dalam gerakan itu, peserta dibagi ke dalam tiga tim.  Tim 1 menempuh perjalanan dengan rute Jalan RE Martadinata-Jalan Perintis Kemerdekaan -Alun-alun-Jalan A. Yani-Pertigaan Bucherry. Tim 2 menyusuri rute Jalan Lettu Bakri-Jalan A. Yani-City Mall -Pertigaan Bucherry-Jalan Ciwangi. Adapun Tim 3 melewati Jalan Ir. H. Juanda-Jalan RE. Martadinata-Jalan Gudang-Jalan A. Yani-Pertigaan Lettu Bakri.

Semua tim selain memungut sampah juga memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan. 

Ditemui wartawan  setelah mengikuti Gerakan Sukabumi Clink, Wali Kota Sukabumi mengatakan, kesadaran masyarakat terhadap upaya mengurangi sampah masih rendah. Hal itu terlihat di sejumlah ruas jalan masih banyak sampah berserakan yang tidak dibuang pada tempatnya.

“Masalah sampah ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk upaya meningkatkan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya,” kata Fahmi.  

Dia senang mengikuti gerakan memungut sampah karena dapat memberikan pendidikan kepada masyarakat dan PKL terkait penanganan sampah. Kesadaran masyarakat yang tinggi sangat penting untuk mengurangi risiko sampah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk aktif memilah sampah sebelum membuangnya ke tempat penampungan. Warga juga harus menyesuaikan waktu pembuangan sampah dengan jadwal pengangkutan sampah oleh petugas,” tutur dia.

Sementara itu Kepala DLH Kota Sukabumi menyebutkan, peluncuran Clink dan Ceu Piah bertepatan dengan puncak HPSN. Sebelumnya DLH gencar melakukan sosialisai dan edukasi tentang pengurangan resiko sampah dan menggencarkan imbauan pemilahan sampah.

“Masyarakat yang telah melakukan pemilahan sampah bisa mendapatkan uang dari kompos juga mengurangi risiko dari sampah,” jelas Adil.

Untuk meningatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah, DLH menyelenggarakan sosialiasi hingga ke tingkat RW dan kampanye melalui berbagai media. Targetnya masyarakat dapat semakin memahami arti kebersihan dari pengelolaan sampah yang baik dan benar. (*)