Cuti Sekolah, Siswa Al-Fath Perdalam Bahasa Inggris di Pare

oleh -
Para siswa asal Yayasan Pendidikan Al-Fath Sukabumi sedang mengikuti salah satu sesi pelajaran di Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Para siswa kelas X SMK IT Al-Fath Sukabumi menggunakan izin cuti sekolah untuk memperdalam bahasa di Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Salah satu siswa yang memanfaatkan program cuti sekolah untuk belajar bahasa itu adalah Yumna Shabirha Zahra. Dia berangkat ke Pare bersama teman-teman sekolahnya dan akan menetap di Kampung Inggris selama tiga bulan.

“Saya akan tinggal di Kampung Inggris selama tiga bulan untuk memperdalam bahasa Inggris. Inilah pengalaman pertama saya jauh dari orang tua dan adik-adik,” kata Yumna ketika dihubungi via telepon, Senin (10/2/2020).

Di perantauan, Yumna harus beradaptasi dengan cuaca setempat yang panas, sementara Sukabumi berselimut udara dingin. Tapi dia merasa betah karena terdorong oleh tekad ingin belajar bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh.

“Saya tinggal di salah satu camp sejak bulan Januari lalu. Komunikasi di lingkungan camp harus menggunakan bahasa Inggris. Di camp yang lain menggunakan bahasa Arab,” terang dia.

Yumna bersama temannya memilih Camp The Eagle English Course yang beralamat di Jalan Anyelir nomor 30A Pare. Keramahan warga Kampung Inggris membuat nyaman para siswa Yayasan Dzikir Al-Fath tersebut.

Mereka dengan tekun mengikuti kegiatan belajar yang dilaksanakan dari pagi hari hingga sore hari. Pada Kamis malam ada kegiatan membaca Surat Yasin bersama dan Sabtu pagi ada hataman Al-Quran.

“Pembelajaran di Pare berbeda dan unik tidak sama dengan di Sukabumi. Hal inilah yang membuat kami merasa tidak jenuh,” ujarnya.

Belajar bahasa di Kampung Inggris sudah diimpikan Yumna sejak dirinya masih duduk di bangku SMP. Namun kedua orang tuanya baru memiliki rezeki setelah dia duduk di bangku SMK. Orang tuanya harus mengeluarkan dana sebesar Rp3 juta perbulan untuk akomodasi dan keperluan belajar di Kampung Inggris. Selama tiga bulan sekitar Rp9 juta.  

Sementara itu salah seorang guru di Ponpes Dzikir Al-Fath, Dede Setiawan mengatakan program belajar di Pare sudah berjalan tiga tahun. Program ini merupakan hasil kerja sama antara  Yayasan Pendidikan Dzikir Al-Fath dengan Kampung Inggris.

“Melalui program ini para siswa diberi kesempatan untuk mendalami bahasa Inggris dan bahasa Arab. Peserta program berasal dari siswa SD hingga SMA dan SMK. Mereka menggunakan waktu libur atau izin cuti sekolah,” jelas Dede.

Sebelum berangkat ke Pare, lanjut dia, para siswa harus mtes karena salah satu syaratnya peserta memiliki kecerdasan untuk mengembangkan diri dengan maksimal yakni advesity question yaitu  kecerdasan untuk mengatasi kesulitan dan sanggup untuk bertahan hidup. (*)