HNSI Luncurkan Hari Nelayan ke-60

oleh -
Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi, H. Dede Ola memegang ujung tali balon bersama Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Iwan Kusdian yang memegang ujung spanduk pada acara grand opening peringatan Hari Nelayan ke-60.

Wartawan Agus Setiawan

Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi melucurkan grand opening peringatan Hari Nelayan ke-60 bertempat di Lapang Cangehgar Palabuhanratu, Senin (10/2/2020). Launching Hari Nelayan yang puncaknya jatuh pada 6 April nanti itu dihadiri para kepala perangkat daerah Pemkab Sukabumi dan aktivis nelayan.

Acara peluncuran Hari Nelayan itu dimeriahkan dengan karnaval yang diikuti Putri Nelayan 2019, masyarakat umum, dan para pelajar. Peserta karnaval berangkat dari Lapang Cangehgar dan finish di Dermaga Palabuhanratu dengan jarak tempuh sekitar 3 kilometer.

Sebelum penglepasan peserta karnaval, Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi H. Dede Ola bersama sejumlah pejabat daerah melepaskan balon yang membawa spanduk bertuliskan ‘Hari Nelayan ke-60’ ke udara.

Ikut serta dalam penglepasan balon dan peserta karnaval itu antara lain Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi, Iwan Kusdian; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Abdul Kadir, Kepala Dinas Pariwisata Usman Jaelani, Kepala Satpol PP Acep Saeffudin, Kasdim 0622 Kabupaten Sukabumi Mayor Inf Asep Sulaiman, dan perwira staf dari Polres Sukabumi.   

“Grand opening ini merupakan yang pertama kali diadakan. Selain untuk ajang promosi, grand opening bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat umum bahwa rangkaian kegiatan Hari Nelayan di Palabuhanratu segera dibuka,” kata Dede Ola sebagai Ketua Panitia Hari Nelayan ke-60 tingkat Kabupaten Sukabumi.

Walaupun puncak peringatan Hari Nelayan masih lama yakni sekitar dua bulan lagi, ujar Dede, promosi dan sosialisasi harus dilakukan sejak awal agar rangkaian kegiatannya dapat berjalan dengan lancar disertai keterlibatan masyarakat yang tinggi.

Tahun ini, peringatan Hari Nelayan mengusung tema “Menggali potensi meraih berkah dengan soliditas dan sinergitas.” Menurut dia, tema tersebut memiliki arti para nelayan harus menggali potensi kekayaan laut yang begitu melimpah disertai ketekunan dalam beribadah dan berdoa.

Di samping itu, kata Dede, para nelayan harus bahu-membahu, bergotong royong, dan saling menjaga serta bersinergi dan bekerja sama dengan semua lapisan masyarakat dan instansi pemerintah. 

“Hari Nelayan di Palabuhanratu bukan lagi untuk masyarakat Palabuhanratu melainkan untuk masyarakat Indonesia karena sudah menjadi kalender tahunan nasional,” tutur dia.

Di tempat yang sama, Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi Iwan Kusdian mengatakan, peringatan Hari Nelayan merupakan ajang untuk mengembangkan dan menggali potensi seni dan budaya yang hidup di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini, ujar Iwan, telah masuk ke dalam agenda budaya kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

“Peringatan Hari Nelayan juga dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar,” kata Iwan. (*)