Legislator Pusat: Pembangunan Jalan Tol Bocimi Lancar

oleh -
Wakil rakyat DPR RI yang berangkat dari dapil Kota dan Kabupaten Sukabumi, HM. Muraz memberikan materi pelajaran tentang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pada Sosialisasi Empat Pilar di SMKN 1 Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pembangunan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) sampai sejauh ini berjalan lancar. Sampai sekarang pembebasan lahan sampai dengan daerah Sukabumi tinggal 30 persen lagi, sebanyak 70 persen sudah tertangani oleh pemerintah pusat. BPN (Badan Pertanahan Nasional) Pusat masih terus mengupayakan negosiasi dengan para pemilik ranah yang alot proses pembebasannya.

Hal itu disampaikan legislator pusat, Anggota Komisi II DPR RI HM. Muraz setelah memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar di SMKN I Kota Sukabumi, Jumat (7/2/2020). Penyelesaian untuk pemilik tanah yang ngotot dengan kehendaknya, kata politisi Partai Demokrat tersebut, dilakukan dengan mekanisme konsinyasi dana pembelian tanah di pengadilan.  

“Intinya semua tahapan dapat berjalan lancar. Pembangunan jalan Tol Bocimi ini agak berbeda dibandingkan pembangunan jalan tol yang lainnya,” ujar dia.

Salah satu perbedaannya terletak pada jumlah jembatan yang mencapai 400 buah sejak Ciawi hingga wilayah Kota Sukabumi, baik jembatan yang melampaui sungai maupun penghubung antar lembah.

Muraz memperkirakan, jalan tol Bocimi selesai pada 2022 hingga Kota Sukabumi.  Wali Kota Sukabumi periode 2013-2018 ini terus mendorong dan memastikan pembangunan jalan tol berjalan lancar sesuai harapan masyarakat Sukabumi yang sangat merindukan kehadiran jalan tanpa hambatan tersebut.

Terkait kegiatan Sosialisasi Empat Pilar, Muraz menjelaskan, ceramah tentang UUD 45, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus diulang-ulang. Seperti halnya membaca Surat Al-Fatihah yang diulang-ulang setiap hari, materi-materi Empat Pilar, khususnya dasar negara akan lebih baik jika diulang-ulang sosialisasinya agar masyarakat, termasuk kalangan pelajar memahaminya.

“Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan dan mengingatkan pengetahuan para generasi muda terhadap UUD 45, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita tahu kehidupan  berbangsa dan bernegara tidak bisa terlepas dari Empat Pilar tersebut,” tutur Muraz.

Sebagai generasi penerus, para pelajar harus memahami dan mampu mengamalkan Empat Pilar. Kalau mereka tidak memahami Empat Pilar, kata dia, bagaimana bangsa Indonesia mau menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara di masa depan.

“Saat ini telah muncul wacana untuk mengembalikan Empat Pilar ke dalam pelajaran sejak sekolah dasar. Saya sangat setuju,” kata dia. (*)