Ratusan Siswa Yaspin Ikuti Sosialisasi Narkotika

oleh -
Para pelajar sekolah Yaspin bersama para guru dan petugas BNN Kabupaten Sukabumi sebelum mengikuti sosialisasi bahaya narkoba.

Wartawan Aep Saepudin (Kowasi)

Ratusan siswa dari sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda (Yaspin) mengikuti sosialisasi bahaya narkotika oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sukabumi. Mereka mendapatkan materi seputar bahaya narkotika serta aspek hukum agama dan hukum negara dalam penggunaan barang haram tersebut.

Sosialisasi bahaya narkotika itu digelar di Kompleks Kampus Yaspin Jalan Cibolang, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Senin (20/1/2020). Para pesertanya berasal dari kalangan pelajar M.Ts. dan MA Yaspin. Mereka sangat antusias selama mengikuti sosialisasi narkotika tersebut. Salah satu narasumber dari BNN Kabupaten Sukabumi adalah Redi Prihadi.

Dalam ceramahnya, Redi menekankan, narkotika termasuk obat atau bahan berbahaya (narkoba) yang dapat merusak tubuh, menurunkan kesehatan, dan megacaukan mental penggunanya. Selain itu, mengunakan, mengedarkan, dan menjual narkoba termasuk perbuatan yang bertentangan dengan hukum agama dan hukum negara. 

Jumlah peserta sosialisasi sekitar 615 pelajar M.Ts. dan MA Yaspin. Narasumber mengimbau para pelajar Yaspin untuk menjauhkan diri dari narkoba. Apapun namanya, semua barang yang termasuk kategori narkoba harus disingkirkan dari pergaulan pelajar.

Kehadiran BNN Kabupaten Sukabumi mendapat apresiasi dari Ketua Yaspin KH. Abdul Ajis. Sosialisasi bahaya narkoba oleh BNN di lingkungan Yaspin baru pertama kali diselenggarakan. Ajis mengaku bangga mendapatkan kunjungan dari petugas sosialisasi bahaya narkoba dari BNN Kabupaten Sukabumi.

“Alhamdulillah kami kedatangan petugas dari BNN Kabupaten Sukabumi yang memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba. Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar BNN Kabupaten Sukabumi ini,” ujar dia.

Selama ini, kata Ajis, para siswa Yaspin mendapatkan materi penyuluhan bahaya narkoba dari sisi agama. Oleh BNN Kabupaten Sukabumi, para siswa diberi pengetahuan dan wawasan seputar narkoba dari sisi hukum positif, kesehatan, dan sosial.

“Jadi para siswa mendapatkan sosialisasi dengan materi yang komplit. Kami bangga dapat membekali para siswa dengan pengetahuan seputar narkoba,” ujar Ajis.

“Alhamdulillah selama ini siswa-siswi kami tidak ada yang terlibat narkoba. Kami harapkan kegiatan sosialisasi seperti ini diselenggarakan secara kontinyu, minimal dua bulan sekali,” tambahnya. (*)