Blanko Melimpah, KTP Elektronik Siap Gantikan Suket

oleh -
Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar Ihfan.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi mengimbau para pemegang Suket (Surat Keterangan) untuk segera menukarkan dokumen tersebut dengan KTP Elektronik.  Karena persediaan blankonya cukup banyak, saat ini KTP Elektronik dalam posisi siap menggantikan Suket yang dipegang warga Kota Sukabumi.

“Alhamdulillah  kami mempunyai sekitar 3.000 keping blanko KTP. Kami siap melayani penggantian Suket dengan KTP Elektronik,” kata  Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar Ihfan ketika dihubungi wartawan, Sabtu (18/1/2020).

Awalnya, ketersediaan blanko KTP-el di Didukcapil Kota Sukabumi sempat kosong. Sekarang setelah ada pasokan dari Kementerian Dalam Negeri, persediaan blanko KTP-el cukup melimpah. 

Selain yang memegang Suket, warga yang dapat memanfaatkan kesempatan membuat KTP tersebut antara lain warga yang KTP-nya hilang atau rusak dan mereka yang pindah ke Kota Sukabumi. Iskandar dan jajarannya terus mensosialisasikan kesiapan Disdukcapil untuk melayani warga yang akan membuat KTP.

“Staf kami juga proaktif menghubungi pemilik Suket melalui telepon seluler untuk menyampaikan imbauan agar segera membuat KTP,” ujar Iskandar.  

Disdukcapil Kota Sukabumi memiliki nomor telepon para pemegang Sutet yang dapat dihubungi sewaktu-waktu ketika blanko KTP siap. Sayangnya, kata dia, ada beberapa nomor  yang tidak dapat dihubungi.

“Menghubungi pemegang Suket lewat telepon merupakan salah satu bentuk pelayanan yang kami berikan kepada masyarakat. Kami juga melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran komunikasi untuk menyampaikan imbauan penggantian Suket dengan KTP,” ujar Iskandar.

Penukaran Suket, lanjut dia, bisa juga dilakukan Disdukcapil Kota Sukabumi dan  tujuh kantor kecamatan  yang ada di wilayah Kota Sukabumi. Iskandar berharap kepada para pemegang Suket untuk bergegas menukarkan dokumen kependudukan sementara tersebut dengan KTP.  

“Kami imbau segera membuat KTP sebelum blankonya habis. Kalau blanko habis, mereka harus menunggu pengiriman blanko berikutnya dari pusat,” kata Iskandar. (*)