‘Rumah Besar Umat Islam’ Terima Enam Kandidat Peserta Pilkada

oleh -
Salah satu bakal calon peserta Pilkada 2020, H. Yusup Puadz (kelima dari kiri) bersama Tim Desk Pilkada Centre DPC PPP Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Aep Saepudin

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mengusung slogan Rumah Besar Umat Islam menerima enam pendaftar calon peserta Pilkada Kabupaten Sukabumi tahun 2020.

Di antara enam calon itu terdapat dua figur yang tidak asaing lagi bagi warga Kabupaten Sukabumi yakni Wakil Bupati Sukabumi, H. Adjo Sardjono dan bekas Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Yusup Puadz.

“Hari ini merupakan hari terakhir pendaftaran calon bupati dan calon wakil bupati untuk menjadi peserta Pilkada 2020,” kata Wakil Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi, Tomy Ardi ketika ditemui di Desk Pilkada Centre, Kamis (16/1/2020) malam.

Seluruh kegiatan pendaftaran calon bupati dan calon wakil bupati dipusatkan di Desk Pilkada Centre di Sekretariat DPC PPP Kabupaten Sukabumi di Jalan Raya Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat. Partai berlambang Kabah ini menerima pendaftaran sejak Senin (13/1/2020).

“Pendaftaran lebih kepada silaturahmi dibandingkan tes pilkada. Berdasarkan petunjuk dari DPP, kami harus mencari sosok teladan terbaik untuk maju di Pilkada 2020,” ujar Tomy.

Selain Adjo dan Yusup, empat pendaftar lainnya yang mendaftarkan diri ke Desk Pilkada Centre terdiri dari Anjak Priatma Sukma, Yusuf Mukhlis Kholidi, Dedi Ruslan, dan satu nama lagi belum dapat disebutkan.   

“Pada malam terakhir pendaftaran ini, kami mengundang salah satu kader terbaik partai kami yaitu Pak Yusup Puadz. Kami sangat bangga dan terharu beliau mendaftarkan diri menjadi bakal calon bupati atau wakil bupati,” tutur Tomy.

Untuk menentukan kandidat yang terpilih, keputusannya ada di DPP PPP. Tugas Desk Pilkada Centre DPC PPP Kabupaten Sukabumi hanya melakukan semacam seleksi berdasarkan kriteria yang telah disepakati para pengurus.

“Hasil penilaian oleh kami akan disampaikan pada rapat harian DPC tanggal 18 Januari 2020. Setelah itu hasil penilaian akan diserahkan ke DPW untuk direkomendasikan ke DPP. Jadi  keputusan akhirnya bukan di tangan kami,” kata dia.

Dalam proses penilaian, tim di Desk Pilkada Centre memperlakukan para bakal calon dengan standar perlakuan yang sama. Tim, ujar Tomy, harus melihat  kemampuan dasar para kandidat sebagai calon pemimpin di Kabupaten Sukabumi. (*)