Arus Investasi 2019 Capai Rp1,239 Triliun

oleh -
Sofiani

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Dari tahun ke tahun, arus investasi ke Kota Sukabumi semakin deras dan kencang. Selain itu besaran modal yang diputar di Kota Sukabumi juga meningkat tajam sejalan dengan kemajuan pembangunan dan peningktan sarana dan prasarana wilayah.

Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi, total investasi sepanjang tahun 2019 mencapai Rp1,239 triliun atau tepatnya Rp1.239.161.802.057.

“Besaran investasi tahun 2019 ini melonjak tajam dibandingkan investasi tahun 2018. Begitu pula pada tahun-tahun sebelumnya terjadi lonjakan investasi,” kata Kabid Penanaman Modal DPMPTSP Kota Sukabumi, Sofiani kepada wartawan, Rabu (15/1/2020).

Berdasarkan informasi yang termuat pada portal.sukabumikota.go.id, besaran investasi tahun 2018 di Kota Sukabumi mencapai Rp261,6 miliar dengan rincian investasi Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp246,6 miliar dan investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp15 miliar.

“Alhamdulillah tahun lalu terjadi peningkatan PMDN yang cukup tinggi sehingga mendongkrak total investasi di Kota Sukabumi,” jelas Sofiani. 

Investasi sebesar Rp1,239 triliun pada 2019, lanjut dia, berasal dari 504 perusahaan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Sukabumi. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kategori dan kelas modal yang beragam.

Rincian dari 504 perusahaan tersebut berbentuk perusahaan skala mikro sebanyak 29, perusahaan kecil (PK) sebanyak 301, perusahaan menengah (PM)  137, dan perusahaan besar (PB)  sebanyak 37.

Adanya investasi tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan bagi 4.048 orang. Walaupun jumlah tenaga kerja yang terserap hanya 4.048 orang, setidaknya hal itu bisa membantu pemerintah daerah dalam upaya mengurangi tingkat pengangguran. 

“Sesuai kebijakan berdasarkan kondiri wilayah, Kota Sukabumi hanya bisa ditempati oleh industri non-polutan dan sektor industri pengolahan berskala kecil dan menengah. Adapun penanaman modal di seputar kota hanya untuk sektor jasa dan perdagangan,” jelas dia. 

Saat ini, lanjut dia, perusahaan-perusahaan lebih memilih kawasan Bacile (Baros, Cibeureum, dan Lembursitu) sebagai tempat berinvestasi. Sebab lahan di tiga kawasan tersebut masih luas dan memiliki prospek bagus dilihat dari kesiapan sarana dan prasarana penunjang. (*)