Bayi Asal Benteng Pengidap Hidrosefalus Dirawat di RS Bunut

oleh -
Kondisi bayi malang Muhammad Elvan Alghifari yang mengidap penyakit pembengkakan kepala dari waktu ke waktu kian mengkhawatirkan.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Muhammad Elvan Alghifari bayi berusia dua bulan yang mengidap penyakit Hidrosefalus atau pembengkakan kepala sejak lahir kini dirawat secara intensif oleh tim medis RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi. Sebelumnya Elvan menjalani prosedur berobat jalan di puskesmas karena terbentur biaya.

Berkat campur tangan Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, dia bisa mendapat perawatan dan pengobatan di fasilitas kesehatan yang dikenal dengan nama Rumah Sakit Bunut tersebut. 

Orang tua Elvan tinggal di RT 05 RW 02 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Ibundanya Intan Permatasari menyampaikan terima kasih kepada wali kota yang telah memberikan respon cepat untuk perawatan anaknya di RS Bunut. Intan mengharapkan perawatan yang dijalani Elvan dapat mengangkat penyakit dari tubuh anaknya itu.

“Alhamdulilah keponakan saya kini ditangani tim medis rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Terima kasih  Pak Wali Kota yang telah mendatangkan tim dari Puskesmas Benteng ke rumah kakak saya yang kemudian membawa Elvan ke rumah sakit,” kata Deri, adik Intan kepada wartawan, Selasa (14/1/2020).

Derita yang dialami Elvan sampai ke Fahmi setelah Deri menyampaikannya langsung kepada orang nomor satu di lingkungan Pemkot Sukabumi itu. Awalnya, ujar Deri,  pihak keluarga tidak mampu membawa Elvan ke RSUD R. Syamsudin, S.H. untuk menjalani rawat inap dan pengobatan intensif. Karena kartu BPJS Kesehatan milik keuarga Elvan baru bisa aktif pada bulan Februari mendatang.

“Kondisi ekonomi keluarga kakak saya kurang beruntung. Elvan hanya diobati di puskesmas dengan berobat jalan,” tutur dia. 

Namun dari hari ke hari, akibat penyakit yang diidapnya, kepala Elvan kian membesar. Karena penasaran, neneknya secara rutin mengukur kepala Elvan dengan meteran. Keluarganya rajin mencatat penambahan diameter kepala bayi malang tersebut.

“Kami dari keluarga mengharapkan dan selalu memohon kepada Allah SWT, dengan adanya penanganan oleh tim medis, Elvan bisa sembuh,” ungkap Deri.

Sambil menunggu aktifnya kartu BPJS Kesehatan, tambah dia, keluarganya akan mengurus Jamkesda. Keluarga Elvan tidak berdaya secara ekonomi. Mereka mengharapkan pemda dapat menanggung seluruh biaya perawatan Elvan di rumah sakit sebelum kartu BPJS aktif.

“Semoga pula ada pihak dermawan yang dapat membantu kami untuk biaya pengobatan Elvan,” kata dia. (*)