Legislator Dorong Pembentukan Kabupaten Jampang

oleh -
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Agus Zen Nurahray, Lc. (tengah) bersama tokoh masyarakat pada acara reses di Cinagen, Desa Nagraksari, Kecamatan Jampangkulon.

Wartawan Sadeva Jampang

Legislator asal Dapil VI Kabupaten Sukabumi, Agus Zen Nurahray, Lc. akan terus mendorong terbentuknya Kabupaten Jampang. Wakil rakyat yang sehari-hari duduk di Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi ini akan berada di dalam barisan warga yang menginginkan daerah otonom tersendiri di kawasan Pajampangan.

Pernyataan Agus Zen itu disampaikan pada kegiatan reses pertama di Gedung Paramount Square Cinagen Desa Nagraksari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Senin (13/1/2020). Politisi Partai Gerindra ini akan terus maju bersama masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Jampang yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Sukabumi.

“Saya bersama-sama masyarakat siap memperjuangkan pembentukan daerah otonom baru Kabupaten Jampang. Kita harus yakin cita-cita Kabupaten Jampang akan terwujud jika didorong oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Agus Zen.

Pada acara reses itu tampak hadir Camat Jampangkulon, Yayan Mulia Suryana, Kanit Intel Polsek Jampangkulon Bripka Redi mewakili Kapolsek, Kades Nagraksari Nurman Saleh, Kades Bojonggenteng Enan Suhanda, Kades Ciparay Asep Vespa, Kades Sirnasari  Miftahudin,   tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pengusaha, dan tamu undangan lainya.

Agus Zen juga menyampaikan, melalui kegiatan reses tersebut dirinya siap menampung dan menyalurkan aspirasi  masyarakat. Reses, kata dia, harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendorong terwujudnya kemajuan di Kabupaten Sukabumi.

“Kami siap menampung dan mengarahkan aspirasi, keluhan , usulan, dan masukan masyarakat agar dapat direalisasikan dalam bentuk program dan kegiatan oleh pemda atau instansi terkait. Hal ini penting untuk  mempercepat pembangunan dan kemajuan di Kabupaten Sukabumi,” ujar Agus.

Tokoh masyarakat yang juga Ketua BAS (Barisan Adjo Sardjono) Pajampangan,  H. Usep Suganda yang hadir pada kegiaran reses mengusulkan ditingkatkannya program penghijauan terpadu sebagai upaya mempertahankan sumber-sumber air dalam rangka mengantisipasi kemarau panjang. Pada musim kemarau tahun 2019 yang berlangsung selama 7 bulan, para petani di Pajampangan tidak bisa bercocok tanam.

“Kami juga mengusulkan program pengembangan destinasi wisata yang ada di Desa Nagraksari yang salah satunya objek wisata Taban Cina,” kata Usep.

Sementara pengusaha muda H. Iin Sodiqin mengharapkan adanya solusi yang konkret untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang disampaikan oleh masyarakat. Hendaknya, kata dia, wakil rakyat dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat ke pemerintah di tingkat daerah, provinsi, hingga pusat.  

Panitia penyelenggara reses, Arin Elsa Nugraha, S.E. yang hari-hari menjabat Sekjen BAS Pajampangan menjelaskan, jumlah peserta yang hadir pada reses Agus Zen mencapai 75 orang. Reses pertama tahun 2020 ini akan dilanjutkan dengan reses-reses selanjutnya pada musim persidangan berikutnya. (*)