Api Mengamuk di Simpenan, Delapan Rumah Terbakar

oleh -
Jajaran Muspika Simpenan bersama para tokoh dan penggiat sosial meninjau lokasi kebakaran di Perkebunan Bojongasih.

Wartawan Sadeva Jampang

Kebakaran besar terjadi di Perkebunan Teh Bojongasih RT 01 RW 07 Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Kamis (9/1/2020) dini hari. Akibat kebakaran tersebut, delapan rumah warga terbakar, empat di antaranya habis dan rata dengan tanah. Dalam musibah itu tidak ada korban jiwa maupun luka, semua pemilik rumah berhasil meloloskan diri dari amukan si jago merah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, nyala api mulai terlihat sekitar pukul 01.00 WIB ketika warga Perkebunan Teh Bojongasih dalam keadaan tertidur lelap di tengah udara dingin musim hujan.

“Warga mulai ramai setelah melihat api pada pukul 1 malam. Saya juga ikut keluar rumah. Kami menduga, penyebab kebakaran konsleting listrik,” kata Dede, warga Perkebunan Teh Bojongasih kepada wartawan, Kamis pagi.

Warga berupaya untuk memadamkan api. Namun karena sulit mendapatkan air dan tidak ada peralatan, mereka tidak dapat menguasai api yang terus berkobar. Dalam sekejap kobaran api telah menguasai rumah milik  keluarga Uloh Saepuloh (48), Tandrik Kurnia (35) , Ema Ami (60), dan bekas rumah penitipan anak yang disebut Rumah Babu. 

Api juga menyambar bagian belakang rumah milik Endang Sukandi, Firmansyah, Oleh, dan Budi. Keempat rumah itu terbakar bagian dapur dan kamar mandi. Warga bisa memadamkan api di rumah mereka sebelum membesar dan melahap seluruh bangunan.  

“Dalam sekejap api tiba-tiba saja sudah membesar. Kami tidak dapat berbuat banyak karena tidak memiliki peralatan untuk memandamkan api,” ujar Dede. 

Untunglah para penghuni rumah selamat. Ketika api masih belum terlalu besar, mereka berhasil keluar dari rumahnya masing-masing, termasuk Ami yang sudah jompo dan fisiknya lemah. Sementara Rumah Babu dalam keadaan kosong karena penghuninya seorang anak yatim bernama Ajo sedang bepergian.

Ketika mobil pemadam kebakaran dari Palabuhanratu tiba, petugas tidak dapat menyelamatkan empat unit rumah tersebut. Api sudah terlanjur mengamuk dengan hebat. Petugas pemadam kebakaran hanya mendapatkan sisa-sisa nyala api.  

Para korban kebakaran kehilangan tempat tinggal serta semua harta dan dokumen penting yang ada di dalam rumah. Sampai sekarang, para petugas dari desa dan kecamatan dibantu aparat kepolisian masih menghitung kerugian yang dialami para korban.

Ditemui di lokasi kebakaran, salah satu tokoh pemuda Simpenan yang juga Ketua Umum KTRS (Koperasi Tambang Rakyat Sukabumi), Iyus Tandi mengharapkan pemerintah dan para dermawan untuk memberikan bantuan kepada para korban kebakaran guna meringankan beban mereka.

“Meringankan beban para korban kebakaran merupakan tanggung jawab kita semua,” kata Iyus setelah menyerahkan bantuan untuk para korban kebakaran. (*)