Ada Dana Kelurahan, P2RW Tetap Favorit

oleh -
Dengan penuh semangat, warga RW 07 Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi mengikuti gotong royong dalam membangun MCK bersama yang dibiayai oleh dana P2RW.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Walaupun pemerintah pusat telah menggelontorkan Dana Kelurahan (DK), masyarakat di tingkat RW tetap menjadikan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) sebagai program favorit. Dengan sukarela dan semangat bergotong royong, masyarakat terjun ke lapangan secara swadaya untuk mempercepat penyelesaian kegiatan pembangunan yang dibiayai P2RW.

“P2RW masih tetap favorit bagi warga di tingkat RW. Buktinya, mereka mau membantu panitia dalam kegiatan pembangunan P2RW,” kata Ketua RW 07 Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Suherman bin Tajudin kepada wartawan, Selasa (10/12/2019).

Saat ini, di wilayah RW 07 Dayeuhluhur, ujar Suherman, panitia pembangunan sedang membangun MCK dan pengerasan gang dengan rabat beton yang dananya bersumber dari P2RW. Pada kegiatan ini, tanpa diminta masyarakat terjun ke lokasi pembangunan untuk membantu panitia. 

“Alhamdulillah, kami bisa membangun MCK di atas lahan hibah. Dengan adanya P2RW, masyarakat bukan hanya bergotong royong secara tenaga, mereka juga menyumbangkan pikiran dan materi,” ujar Suherman.

Di tempat terpisah Asisten Sekda Kota Sukabumi Bidang Pemerintahan dan Hukum, Andri Setiawan menerangkan, P2RW masih menjadi program andalan di masyarakat. Kedua program, DK dan P2RW, ujar dia, dapat berjalan dengan lancar dan tidak saling tumpang tindih kegiatan. Tidak mungkin terjadi, satu kegiatan dibiayai oleh dua sumber dana DK dan P2RW.

“Penyerapan dana P2RW maupun Dana Kelurahan semua berjalan lancar. Memasuki akhir tahun ini, semua kegiatan tinggal finishing. Lalu laporan pertanggungjawaban. Para lurah akan diminta laporannya tentang P2RW pada tanggal 16 Desember. Siap-siap saja,” kata Andri.

Besaran dana P2RW untuk tiap RW mencapai Rp20 juta. Dana tersebut harus dialokasikan untuk pembangunan fisik maupun non-fisik sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan internal RW. Penekanan dalam penggunaan dana P2RW adalah keterlibatan masyarakat dalam bentuk swadaya.  

“Hasil laporan sementara dari lapangan, dana P2RW masih diandalkan oleh masyarakat, bahkan tingkat partisipasi masyarakat terus meningkat dalam membangun infrastruktur atau pembangunan di wilayah RW,” ujar Andri.

Sebagian besar dana P2RW digunakan untuk kegiatan fisik, lanjut dia. Pada 2020, Pemkot Sukabumi masih menganggarkan dana tersebut.  Rencananya pada akhir Desember atau awal Januari, pimpinan daerah akan meninjau langsung beberapa lokasi kegiatan P2RW.

“Dari peninjauan ini, kami akan melihat cikal bakal RW terbaik dalam penggunaan dana P2RW. RW terbaik akan diumumkan pada Hari Jadi Kota Sukabumi mendatang,” jelas dia. (*)