Membendung Radikalisme dengan Menulis Buku Kreatif Sesuai Akidah

oleh -
Para peserta dari kalangan remaja putri Masjid Baitunnur, Pati, Jawa Tengah yang mengikuti Sarasehan Literasi dalam rangka mencegah radikalisme.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Banyak cara membendung radikalisme. Bagi penulis buku, salah satu caranya adalah dengan membuat tulisan kreatif yang sejalan dengan akidah dan dapat meningkatkan pemahaman yang benar seseorang terhadap ajaran agama. Semakin banyak buku bagus ditulis, kian besar kontribusi penulis terhadap upaya mencegah dan membendung radikalisme.

Hal itu disampaikan oleh penulis buku dan sastrawan kondang, Iguk Irawan yang biasa disapa Mas Iguk pada Sarasehan Literasi yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid Baitunnur, Pati, Jawa Tengah, Sabtu (23/11/2019). Menurut Iguk, bagi masyarakat, khususnya para remaja, mengatasi radikalisme bisa dilakukan dengan meningkatkan kualitas literasi.

“Caranya dengan banyak membaca, menulis, dan bertanya kepada para ulama. Untuk dapat menulis dengan baik, harus banyak membaca, terus berpikir, konsisten, dan istiqomah,” ujar Iguk. 

Orang yang banyak membaca akan terhindar dari pengaruh-pengaruh buruk seperti radikalisme. Kemudian, dia dengan bacaan yang diperolehnya dapat menularkan pengetahuan dan pengalamannya kepada orang lain dalam bentuk tulisan. Dengan demikian, penulis tersebut dapat mencegah radikalisme untuk dirinya sendiri juga orang lain. 

“Menulis merupakan bentuk amalan jariyah karena dapat memberikan inspirasi bagi orang banyak. Pengaruh bacaan terhadap kita sangat kuat. Sejalan dengan kondisi zaman saat ini, anak-anak muda membutuhkan tulisan-tulisan bermutu untuk mencegah pengaruh buruk zaman,” tutur Iguk.

Masyarakat, khususnya umat Islam, harus mewaspadai  buku, tulisan, atau ceramah yang isi hanya menyalahkan orang lain terus-menerus dan senang mengkafir-kafirkan  sesama muslim tanpa referensi yang jelas. Saran Iguk, buku atau ceramah seperti itu harus dihindari karena penulis atau penceramahnya sudah menganggap dirinya yang paling benar. (*)