Ingin Tahu Proyek 2020, Kontraktor Bisa Akses SIRUP

oleh -
Fahrurrazi

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Kontraktor atau dalam bahasa resminya penyedia jasa yang ingin mengetahui daftar proyek yang akan diluncurkan Pemkot Sukabumi pada tahun 2020 bisa mengakses Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Nama-nama proyek, baik pengadaan barang maupun jasa otomatis muncul pada SIRUP setelah APBD Kota Sukabumi tahun anggaran 2020 disahkan oleh DPRD. 

“Jadi daftar kegiatan yang akan dikerjakan oleh penyedia barang atau penyedia jasa diumumkan pada awal tahun setelah APBD 2020 disahkan. Masyarakat luas juga bisa mengakses sistem tersebut,” kata Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Kota Sukabumi, Fahrurrazi kepada wartawan, Selasa (19/11/2019).

Melalui SIRUP, ujar Fahrurrazi, penyedia barang/jasa bisa mengetahui rincian proyek belanja barang atau kegiatan pembangunan konstruksi pada tahun depan. Jadi mereka bisa mempersiapkan diri sejak awal untuk mengikuti tender kegiatan pengadaan barang atau pembangunan fisik yang sesuai dengan kapasitas perusahaannya.

Saat ini, SIRUP 2020 belum dapat diakses karena Raperda tentang APBD 2020 masih dalam pembahasan. Bagian PBJ Setda Kota Sukabumi bertugas menyiapkan SIRUP setelah APBD 2020 sudah disahkan oleh DPRD Kota Sukabumi.

Prinsipnya, lanjut dia, semua proyek yang termuat di dalam SIRUP harus ditender. Untuk kegiatan-kegiatan yang didanai APBD Kota Sukabumi, proses tender bisa diselenggarakan setelah pengesahan APBD. Sementara tender untuk kegiatan yang dibiayai DAK atau bantuan provinsi masih harus menunggu petunjuk dari pusat atau Pemprov Jabar.

“Kami mengharapkan semua perangkat daerah yang terkait dengan proyek 2020 bisa melaksanakan penyusunan perencanaan pengadaan dengan cepat. Sehingga tahun depan semua paket pekerjaan bisa cepat selesai sesuai harapan,” tutur Fahrurrazi.

Guna mempercepat proses penyusunan dokumen perencanaan barang dan jasa, Bagian PBJ menggelar bimtek yang bertujuan untuk penyamaan persepsi penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa, Senin (18/11/2019) lalu.

Setelah membuka bimtek, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Dida Sembada mengatakan, pada tahun depan tidak boleh terjadi gagal atau lembat lelang.

“Kegiatan ini juga menjadi salah satu bahan evaluasi terhadap kegiatan pengadaan barang dan jasa pada tahun 2019. Pada tahun 2020, proses pengadaan barang dan jasa harus lebih baik,” ujar sekda. (*)