Apoteker Cilik Harus Hadir di Tiap SD

oleh -
Fachrizal

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Program Apoteker Cilik (Apokcil) akan diberlakukan secara nasional oleh Kementerian Kesehatan untuk semua SD di seluruh Indonesia. Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kota Sukabumi, Fachrizal mengatakan, kehadiran Apokcil sangat penting untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang obat-obatkan di kalangan siswa SD.

“Para Apokcil berperan untuk menyebarkan pengetahuan dasar tentang obat-obatan bahwa obat berbeda dengan permen. Banyak anak yang makan vitamin dengan seenaknya, sehari bisa sampai 20 tablet padahal itu tidak baik untuk kesehatan. Apokcil akan mencegah kejadian seperti itu,” kata Fachrizal kepada wartawan, Kamis (17/10/2019).

Sampai sekarang di Kota Sukabumi baru 16 SD yang menjalankan program Apokcil. Dalam menjalankan program Apokcil, ke-16 SD tersebut mendapat bimbingan dan arahan dari IAI Kota Sukabumi. 

“Pada tahun 2020 Apokcil akan menjadi program wajib di semua SD. Program ini di bawah naungan Kementerian Kesehatan,” ujar dia.

Para Apokcil akan diberi pengetahuan sederhana dan pemahaman seputar obat-obatan agar mereka tidak sembarangan menerima obat dari orang lain untuk dikonsumsi. Selanjutnya mereka akan menularkan ilmu yang didapatnya itu teman-temannya di sekolah.

Fachrizal mengharapkan para Apokcil bisa menjadi corong pengetahuan dan informasi seputar obat-obatan di rumah maupun sekolah. Mereka juga bersama dokter cilik  giat mengelola tanaman obat di sekolah.

“Kami akan mengajarkan kepada  mereka fungsi dari tanaman obat untuk mencegah beberapa penyakit. Di sekolah ada UKS, kami akan berbagi pengetahuan dengan pengelola UKS tentang prosedur dan tata cara penyimpanan obat-obatan di sekolah,” ujar Fachrizal.

Apokcil juga bisa membantu teman-temannya yang membutuhkan obat karena dia mengetahui jenis obat dan cara pemakaian obat untuk menghilangkan penyakit tertentu. Program ini bisa mencegah penyusupan obat-obatan sembarangan ke lingkungan sekolah.

“Para siswa jangan menganggap obat itu permen dan mereka tidak menerima obat sembarang dari orang lain. Minum obat kalau sedang sakit saja dan harus didampingi orang tua. Apokcil mengambil peranan penting untuk berbagi pengetahuan tentang obat-obatan,” jelas dia. (*)