DLH Gelar Sosialiasi Program Proklim

oleh -
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, Adil Budiman pada pengarahan sosialisasi Proklim kepada para ketua RW dan lurah yang ikut pada program tersebut.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi menggelar sosialisasi Proklim (Program Kampung Iklim) yang diikuti para ketua RW dari 33 kelurahan bertempat di Hotel Horison, Rabu (16/10/2019). Pada kegiatan itu, para peserta mendapat arahan seputar aspek-aspek persyaratan Proklim yang akan dijalankan oleh lingkungan RW atau kelurahan.

Di tempat sosialisasi tampak hadir sejumlah pejabat lingkungan hidup antara lain Kepala DLH Kota Sukabumi, Adil Budiman, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas DLH Kota Sukabumi, Yeli Yumaeli, dan Kepala Seksi Perubahan Iklim DLH Provinsi Jawa barat, Maria Angela Novi Prasiati.

Kepada wartawan Maria mengatakan, Proklim merupakan program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang dijalankan oleh RW atau kelurahan. DLH provinsi, kata dia, selalu mendorong tumbuhnya wilayah Proklim yang melaksanakan mitigasi perubahan iklim dengan kelembagaan secara berkelanjutan.

“Program ini jangan sampai hanya dianggap sebagai lomba, tapi merupakan gerakan masyarakat yang lahir karena kesadaran masyarakat dalam pengendalian perubahan iklim,” kata Maria.

Syarat lokasi pengajuan Proklim, lanjut dia, secara administrasi minimal RW, maksimal kelurahan. Syarat lainnya di lokasi tersebut aksi adaptasi dan mitigasi sudah berjalan selama dua tahun. Selain itu ada kelompok masyarakat yang mengajukan program yang memiliki nilai hingga 40 persen di dalam sistem penilaian. 

“Masyarakat harus benar-benar memahami dan merasakan dampak perubahan iklim. Dengan demikian mereka tergerak untuk ikut mengatasinya melalui berbagai langkah seperti  pengelolaan sampah dan penghijauan,” ujar Maria.

Sementara itu Yeli Yumaeli mengatakan, saat ini di Kota Sukabumi baru 16 dari 33 kelurahan yang memiliki Kampung Iklim, sebagian sudah mendapatkan penghargaan dari Kementerian LHK. Tahapannya  dimulai dari Lomba Wimala Rajasa kemudian program permukiman ramah lingkungan yang akan dilombakan pada bulan Februari dan Maret mendatang.

“Pemenangnya  akan mendapatkan penghargaan pada hari jadi Kota Sukabumi dan diikutsertakan pada lomba Proklim tahun 2020,” kata Yeli.

DLH terus mendorong  wilayah Proklim bisa diajukan untuk menjadi Proklim Lestari yang dapat menularkan programnya ke 10 RW. Wilayah yang ikut Wimala Rajasa harus mulai melakukan pengelolaan sampah dan memanfaatkan air hujan, mengelola air limbah, dan memanfaatkan ruang terbuka hijau untuk mewujudkan sasaran dari lingkungan ramah lingkungan. 

Wimala Rajasa dan Proklim memiliki kesamaan kegiatan. Tapi ada juga perbedaannya. Program Proklim harus dilengkapi administrasi dan dokumentasi kegiatan dan penghargaannya dari pusat, sedangkan Wimala Rajasa dari pemda.

“Tahun ini kami melakukan pembinaan terhadap 33 RW untuk dijadikan wilayah Proklim. Selain pembinaan Proklim, kami juga gencar melakukan pengurangan sampah. Harapan kami, tahun depan semua kelurahan bisa memiliki Kampung Iklim,” tutur Yeli. (*)