Kegiatan Strategis 2020 untuk Pelayanan Dasar

oleh -
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Rudi Djuansyah

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Kegiatan strategis Wali Kota Sukabumi yang dibiayai APBD dan bantuan provinsi tahun 2020 difokuskan pada tersedianya layanan dasar. Jenis kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain pembangunan fasilitas kesehatan, penataan kawasan publik, revitalisasi pasar, penataan tempat parkir, dan penyediaan sarana PJU.

“Kegiatan  strategis antara lain pembangunan di lingkungan RS Al-Mulk, rehab Puskesmas Nanggeleng, dan revitalisasi Pasar Lembursitu,” kata Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Rudi Djuansyah di ruang kerjanya, Rabu (9/10/2019).

Untuk kegiatan yang dibiayai bantuan provinsi, salah satunya pembangunan Gedung BPBD Kota Sukabumi di Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros.

Begitu juga, proyek-proyek bantuan dari provinsi yang tidak terserap pada tahun 2019 akan diajukan kembali ke Gedung Sate agar bisa dilaksanakan tahun 2020. Proyek yang masuk ke dalam kategori ini antara lain penataan Alun-alun, penataan jalur pedestrian Lapang Merdeka, dan penataan GOR Merdeka. 

Proposal pengajuan anggaran untuk tiga kegiatan itu telah diajukan ke provinsi, tinggal menunggu Perda APBD Provinsi. Karena DED tiga proyek besar tersebut sudah lengkap, kemungkinan Januari sudah bisa dilakukan tender lelang.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi terkait pengajuan kembali anggaran yang tidak terserap tahun ini. Alhamdulillah pengajuan untuk 2020 telah disetujui,” kata Rudi. 

“Pada 2020 kegiatan pembangunan untuk publik akan menjadi prioritas Wali Kota Sukabumi. Tujuannya agar perubahan wajah Kota Sukabumi bisa terlihat dan hasil pembangunannya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Semoga proses lelang untuk kegiatan-kegiatan pembangunan tahun 2020 tidak menemui hambatan dan jangan sampai terjadi gagal lelang lagi,” tambahnya.

Banyak tender lelang yang gagal di 2019. Hal ini sangat disayangkan karena kegiatan pembangunan fisik tersebut bisa mengubah wajah dan kondisi Kota Sukabumi menjadi lebih baik. Rudi optimis semua proyek yang gagal tender tahun ini dapat terserap dan dilaksanakan kegiatannya tahun depan.

Biasanya, jadwal tender untuk proyek bantuan dari pusat dan provinsi mepet ke akhir tahun. Hal itu terjadi karena daerah harus menunggu masuknya dana ke kas daerah. Kegiatan bisa mulai dilaksanakan jika anggaran sudah masuk ke dalam APBD. Setelah dilakukan perubahan parsial pada APBD, barulah proyek bantuan bisa dilelang.

“Makanya provinsi telah mengambil kebijakan dengan mengesahkan dulu Perda APBD Provinsi sebelum daerah agar program bantuan bisa dimasukkan ke dalam APBD kota dan kabupaten. Jadi kita di daerah bisa membuat draft perencanaan terhadap bantuan provinsi yang akan diterima,” jelas Rudi. (*)

Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Rudi Djuansyah