Bupati Bagikan 400 Sertifikat di Pantai Palangpang

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami menyerahkan sertifikat tanah kepada salah seorang warga yang diikutsertakan pada program PTSL di Desa Ciwaru dan Girimukti, Kecamatan Ciemas.

Wartawan Usep Mulyana

Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami membagikan secara langsung 400 sertifikat dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) bertempat di Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (8/10/2019). Sertifikat gratis yang dibagikan tersebut sebanyak 300 untuk warga Desa Ciemas dan 100 milik warga Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas.

Pada kegiatan itu, Kepala Desa Ciwaru, Taupik menyampaikan terima kasih kepada Kantor BPN Kabupaten Sukabumi dan Pemkab Sukabumi yang telah memfasilitasi terlaksananya program PTSL di desa yang dipimpinnya. Setelah warga menunggu selama 7 bulan, akhirnya sertifikat yang mereka impi-impikan dapat diterima.

“Prosesnya cukup lama, hampir tujuh bulan mulai pendaftaran, pendataan, hingga pengukuran,” ujar Taupik.

Di tempat kegiatan, Kepala BPN Kabupaten Sukabumi, Achdiar P Asmara menjelaskan, pada program PTSL tersebut, jatah untuk Desa Ciwaru sebenarnya 1.916 sertifikat dan Desa Girimukti sebanyak 2.900 sertifikat. Achdiar mengharapkan selebihnya sertifikat yang belum selesai dapat dibagikan dalam waktu dekat ini.

Sementara itu bupati dalam amanatnya mengatakan, sertifikat yang diterima pemilik tanah di Kecamatan Ciemas dapat menunjang pengembangan kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu dalam hal administrasi penataan ruang. Seperti diketahui Ciemas termasuk salah satu kawasan inti dari geopark. 

“Penataan ruang di kawasan geopark membutuhkan dukungan dari Bapak dan Ibu supaya penggunaan tanah tertata dengan baik. Kebijakan pemerintah daerah terus melakukan penataan pertanahan dan penataan ruang geopark,” ujar bupati.

Pemerintah daerah, lanjut dia, selalu memberikan ruang kepada masyarakat untuk mendapatkan hak kepemilikan tanahnya dan menjadi pendukung kemajuan daerah. Setelah bersertifikat, tanah di kawasan geopark bisa dikembangkan dan diolah secara tertib administrasi pertanahan.

“Kami harapkan fungsi tanah di kawasan geopark  bisa menunjang edukasi budaya,” tuturnya.

Pemkab Sukabumi, lanjutnya akan mendorong wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke wilayah geopark. Para pemilik tanah, sawah misalnya dapat memberikan edukasi pengolahan lahan kepada para wisatawan seperti membajak tanah dengan  menggunakan tenaga kerbau.

“Atraksi edukasi seperti itu dapat menarik wisatawan untuk datang ke kawasan geopark. Potensi alam kita sangat melimpah yang membutuhkan ide dan kreativitas dari Bapak dan Ibu untuk menarik minat wisatawan datang ke sini,” kata Marwan. (*)