Proyek Jalan Dago Nunggu Hasil Sanggah Banding

oleh -
Sekretaris Dishub Kota Sukabumi, Novian Restiadi (kiri) dan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Fahrurrazi saat membahas tindak lanjut sanggah banding pada proyek penataan jalur pedestrian Jalan Dago.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pelaksanaan proyek penataan jalur pedestrian di Jalan Ir. H. Juanda yang terkenal dengan sebutan Jalan Dago Kota Sukabumi harus menunggu hasil sanggah banding. Dalam hal ini Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus menjawab sanggah banding yang diajukan pihak penyanggah.

“Seharusnya proyek penataan pedestrian di Jalan Dago sudah selesai tender. Namun ada sanggahan, sudah dijawab, lalu muncul lagi sanggah banding. Otomatis proses tender berhenti dulu sampai nanti PA atau KPA menjawab sanggah banding yang diajukan,” kata Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Sukabumi, Fahrurrazi YDA di kantornya, Selasa (8/10/2019).

Proyek yang dimaksud Fahrurrazi adalah penataan pedestrian tahap I dengan anggaran sebesar Rp3 miliar dan HPS Rp1,7 miliar. Sumber dananya bantuan dari Pemprov Jabar. Saat menyampaikan keterangan, Fahrurrazi didampingi Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Novian Restiadi selaku KPA yang merangkap PPK.

“Jangka waktu untuk PA atau KPA menjawab sanggah banding selama dua minggu,” jelas dia.

Apabila sanggah banding ditolak, lanjut Fahrurrazi, kegiatan tender akan terus berjalan dengan pemenang sesuai  tender, namun sebaliknya apabila sanggah banding diterima oleh PA atau KPA, otomatis tender dibatalkan. PA atau KPA harus memberikan jawaban yang objektif untuk menolak sanggahan dari rekanan yang kalah lelang.

“Kalau tender batal, anggaran bantuan dari gubernur dikembalikan dengan status tidak terserap oleh Pemerintah Kota Sukabumi,” ujar Fahrurrazi.

Diakui Fahrurrazi beratnya pengadaan barang dan jasa pemerintah di akhir tahun ketika terjadi sanggahan seperti itu. Tidak mungkin harus tender ulang dengan sisa waktu yang makin mepet. Nanti kalau sanggah banding ditolak, PPK akan menandatangani kontrak dengan pemenang tender. 

Sementara itu Sekretaris Dishub Kota Sukabumi, Novian Restiadi mengatakan, untuk menjawab sanggah banding dirinya melakukan koordinasi dengan berbagai kalangan seperti Pokja, aparat pengawas, dan TP4D. Dia juga berkonsultasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

“Sebelumnya kami melakukan koordinasi ke Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi. Mudah-mudahan ada jawaban yang bisa mengakomodir semua pihak,” kata Novian.

Selama masa sanggah banding, PPK akan terus melakukan komunikasi secara tertulis maupun lisan dengan berbagai pihak. Jika pihaknya menolak sanggah banding dengan dalih dan jawaban yang objektif dan sesuai aturan, proyek akan dijalankan dan otomatis bank garansi dari pihak penyanggah kurang lebih Rp17 juta akan hangus.

Pemenang tender yakni CV. Sambaja Utama sudah mengetahui ada masa sanggah banding. Novian menambahkan Dishub sudah berupaya keras dan menaruh harapan besar untuk perubahan Kota Sukabumi dengan berbagai pembangunan infrastruktur. Sebelumnya proyek  pedestrian Lapang Merdeka dinyatakan gagal tender. (*)