Kadudampit Meluncurkan Kampung Tahfidzpreneur

oleh -
Peresmian Kampung Tahfidzpreneur dihadiri para pejabat pemerintahan dan tokoh agama di Kecamatan Kadudampit.

Wartawan AEP SAEPUDIN 

Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi resmi memiliki lingkungan santri penghafal Al-Quran yang mengembangkan semangat berwirausaha bernama Kampung Tahfidzpreneur. Di lingkungan kampung tersebut, para santri diberi kesempatan mempraktikkan usaha di bidang pertanian dan perikanan untuk memberdayakan mereka agar hidup mandiri.

Kampung Tahfidzpreneur itu diresmikan oleh Kabag Sosial dan Keagamaan Setda Kabupaten Sukabumi, H. Unang Sudarma mewakili Buapti Sukabumi, H. Marwan Hamami di Kampung Kadudampit, Desa Kadudampit, Minggu (6/10/2019). Pada peresmian Kampung Tahfidzpreneur itu tampak hadir Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi H. Abdul Kodir dan Camat Kaudampit Jenal Abidin.

“Pemkab Sukabumi mendukung dan mendorong berdirinya  Kampung Tahfidzpreneur untuk pembinaan para santri penghafal Al-Quran,” ujar Unang.

Kegiatan peluncuran Kampung Tahfidzpreneur itu mengambil tema “Optimalisasi Kualitas Santri Quran Indonesia”. Program ini sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Penegakan Syariat Islam di Kabupaten Sukabumi, lanjut dia. Santri, ujar Unang, tidak hanya bisa mengaji, tetapi juga harus bisa mengembangakan usaha untuk memenuhi kebutuhan sosial ekonominya. 

Pengembangan kampung tersebut difasilitasi oleh Yayasan Iqra Indonesia. Tujuannya untuk mencetak para tahfidz Al-Quran yang mampu mengembangkan usaha untuk mendukung perwujudan Sukabumi lebih baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para investor yang ikut memberikan kontribusi dalam rangka mencetak dan melahirkan para tahfidz Quran di Sukabumi,” tuturnya.

Sementara itu ketua panitia Putri Febriani Hasibuan menjelaskan, keberadaan Kampung Tahfidzpreneur Sukabumi diproyeksikan sebagai tempat pembinaan para tahfidz. Untuk mewujudkan tujuan itu di kampung tersebut disediakan 300 kolam untuk budidaya ikan lele dan 45 hektare untuk lahan penanaman sereh wangi.

“Pada tahap pertama, kami akan mencetak 100 orang tahfiz Quran disertai pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian dan perikanan,” tutur Putri. (*)