Milad ke-25 SMPN 2 Cicurug Dihadiri Ribuan Alumni

oleh -
Ketua Panitia Reuni Perak SMPN 2 Sandi Irawan (kiri) menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada Kepala SMPN 2 Cicurug, Teddy Ismail. Tampak di barisan belakang, ketiga dari kiri adalah Kepala SMPN 2 Cicurug pertama, H. Ardiana Trisna Wiana.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Reuni akbar sekaligus  Milad ke-25 SPMN 2 Cicurug, Kabupaten Sukabumi  dihadiri  sekitar 1.500 alumni dari angkatan  1995 sampai leting 2018. Pada acara itu juga hadir mantan kepala sekolah dan para guru yang telah pensiun maupun yang masih aktif mengajar.

Para alumni berdatangan dari berbagai daerah, dalam dan luar Sukabumi. Mereka hadir di almamater semasa remaja untuk berbagi cerita dan kebahagiaan. Di antara mereka ada yang berprofesi sebagai dosen, polisi, tentara, pengusaha, pendidik, anggota DPRD, pedagang, dan wartawan. Satu di antaranya bekerja sebagai wirausaha di Brunei Darussalam.

Mereka menikmati suasana reuni yang diisi berbagai acara hiburan seperti bazar kuliner dan  pakaian,  pentas seni oleh para alumni dan para siswa, dan pertunjukan komunitas reptil. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Kepala SMPN 2 Cicurug pertama, H. Ardiana Trisna Wiana dan Ketua OSIS angkatan perdana tahun 1995 yang juga ketua panitia reuni perak,  Sandi Irawan.

Ditemui di tempat kegiatan, H. Ardiana yang sekarang menjabat Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM Kabupaten Sukabumi menjelaskan, pada reuni tersebut disampaikan ide-ide untuk memajukan SMPN 2 Cicurug. Dia merasa bangga atas pencapaian sekolah yang dulu dipimpinnya menjadi sekolah favorit di Cicurug.

“Alhamdulillah para alumni bisa meraih kesuksesan dalam hidupnya. Mereka selalu bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” kata Ardiana di tengah kegiatan Milad ke-25 di SMPN 2 Cicurug, Jalan Leuwinanggung, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (5/10/2019).

Dia juga mengapresiasi kemajuan SMPN 2 yang terus  meningkat mulai dari sisi bangunan, sarana pendidikan, dan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan. Jika diberi umur, dia ingin hadir pada Milad ke-50 SMPN 2 Cicurug ketika dirinya berumur 80 tahun pada tahun 2044 nanti.

Sementara itu Sandi Irawan selaku ketua panitia reuni perak menambahkan,  dirinya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan satu angkatan dan adik angkatan atas support untuk mensukseskan kegiatan tersebut.

“Tanpa dukungan dari semua angkatan, kami tidak dapat mensukseskan kegiatan ini. Alhamdulillah acara berjalan sesuai harapan,” kata Sandi.

Para alumni SMPN 2 Cicurug bisa melepas kengen sambil mengumbar memori pada kegiatan reuni perak dan milad ke-25 almamaternya.  

Sebagai alumni angkatan pertama, Sandi bangga bisa menjadi bagian dari keluarga besar SMPN 2 Cicurug. Menurutnya angkatan pertama merupakan pejuang dan pionir dari sekolah yang dulunya bernama SMP Bonkar yang merupakan akronim dari kebon karet, asalnya lokasi sekolah ini merupakan perkebunan karet.

“Hari ini kami sebagai angkatan pertama bangga SMP Bonkar menjadi sekolah terbaik di Cicurug. Semoga ajang silahturahmi antar angkatan dapat terus terjaga dengan baik,” ujarnya.

Sementara mantan wali kelas angkatan pertama,  Suherman yang kini telah menjadi Kepala SMPN 3 Curugkembar merasa pangling dengan para siswa yang dulu diasuh dan dididiknya. Dia merasa bangga dengan kehadiran anak didiknya yang kini berdomisili di Negara Brunei Darussalam. 

“Saya pangling banget lihat anak didik saya. Mereka sudah berubah baik wajah maupun kehidupannya. Acara reuninya keren pisan dan saya senang sekali bisa bertemu dengan para anak didik di zaman orde baru,” ungkapnya. (*)