Bupati Merespon Harapan Warga Palabuhanratu di Wamena

oleh -
Sekelompok warga Kabupaten Sukabumi yang menderita di tengah kerusuhan Wamena minta bantuan kepada Buapti Sukabumi untuk membeli tiket dan uang saku. Kemungkinan besar harta mereka bersama rumahnya ludes dibakar oleh para perusuh.

Wartawan Iyus Firdaus PWI/Aep Saepudin

Kerusuhan berdarah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua berimbas pada warga Kabupaten Sukabumi yang sedang merantau ujung timur Indonesia tersebut. Baru-baru ini di media sosial beredar video yang isinya permintaan warga Kabupaten Sukabumi di Wamena untuk dibantu ongkos pulang ke Palabuhanratu.

Pada video itu, seseorang bernama Ijam didampingi rekan-rekannya antara lain Lili dan Narsono yang sama-sama dari Kabupaten Sukabumi juga anggota Paguyuban Sunda Membara. Video berdurasi 1 menit 38 detik itu juga berisi permintaan Narsono untuk diberi uang saku sebelum pulang ke Palabuhanratu. Besar kemungkinan, harta benda dan uang mereka habis dibakar oleh para perusuh.

Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami sebagai satu-satunya pejabat yang disebut dalam video tersebut langsung memberikan respon pada permintaan Ijam, Narsono, dan Lili. Marwan mendapatkan video yang menjadi trending topic di jagat maya tersebut dari Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) pada Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sukabumi, Herdy ‘Bima’ Somantri.   

“Saat menerima berita video itu saya langsung sampaikan ke Pak Bupati melalui WA. Beliau langsung memerintahkan untuk berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Camat Palabuhanratu agar permasalahan yang dihadapi Pak Ijam dan kawan-kawan segera ditangani,” kata Bima kepada wartawan,  Minggu (6/10/2019).

Selain berkoordinasi dengan camat dan jajaran Dinsos, Bima juga  meminta bantuan kepada Jabar Quick Respons atas arahan dari bupati. Berkat koordinasi yang dilakukan terus-menerus oleh Bima dan para pejabat terkait, dalam waktu singkat terbentuk tim gabungan yang siap terbang ke Wamena untuk menjemput warga Kabupaten Sukabumi yang terkepung di tengah kerusuhan. 

“Alhamdulillah sudah ada tim gabungan yang berangkat untuk penjemputan ke Wamena yang berasal dari Jabar Quick Respons, Dinsos, dan Baznas, jumlahnya 8 orang. Tadi malam tim sudah terbang menuju Wamena,” jelas Bima. 

Selanjutnya Bima pun berkoordinasi dengan Camat Palabuhanratu untuk mencari informasi seputar keluarga Ijam dan kawan-kawan di ibu kota Kabupaten Sukabumi tersebut. 

Dalam video yang disiarkan melalui berbagai channel media sosial, Ijam menyatakan dirinya berasal dari Palabuhanratu.  Pada video itu, dia melakukan siaran bersama Lili dan Narsono serta lima rekan-rekannya dari Paguyuban Sunda Membara. Dia meminta bantuan dari Bupati Sukabumi untuk membeli tiket agar bisa terbang ke Jakarta.

“Saya mohon kepada Bapak Bupati Kabupaten Sukabumi untuk mengulurkan tangan memberikan bantuan kepada kami, dari warga Sukabumi,” tutur Ijam.

Rekannya Narsono menambahkan,  bukan hanya masalah tiket saja, mereka juga membutuhkan uang saku untuk bekal selama perjalanan  dari Bandara Soekarno Hatta ke Palabuhanratu.

“Kalau bisa Bapak ada perhatiannya sekalian untuk modal usaha buat kami sementara, sebelum kita bisa lagi cari kerjaan lain. Ya itulah, mudah-mudahan ada perhatian dari Pemkab Sukabumi,” ujar Narsono. (*)