Satpol PP Desak Pemilik Café di Bhayangkara Urus IMB

oleh -
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Sukabumi, Sudrajat memberikan pengarahan kepada anak buahnya ketika menggelar sidak ke bangunan ruko yang diubah menjadi café di Jalan Bhayangkara.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Jajaran Satpol PP mendesak pemilik café di Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi membuat IMB perubahan atas bangunan yang diubahnya dari ruko menjadi tempat berjualan makanan dan minuman. Aparat dari Satpol PP menemukan, perubahan bangunan bentuk dan fungsi tersebut belum disertai IMB perubahan sebagaimana diatur oleh peraturan daerah.

“Kami telah menyampaikan permintaan kepada pemilik bangunan yang diubah peruntukannya itu untuk mengurus IMB perubahan. Kalau imbauan ini tidak diindahkan oleh pemilik bangunan, kami akan menyegel bangunan tersebut,” kata Kabid Penegak Peraturan Daerah Satpol PP Kota Sukabumi, Sudrajat kepada wartawan, Jumat (20/9/2019).

Beberapa hari ke depan, ujar dia, Satpol PP akan kembali melakukan sidak ke café yang masih dalam proses pembangunan tersebut. Jajarannya ingin memastikan, apakah pemilik bangunan benar-benar mengurus IMB seperti yang disarankannya. Jika terbukti pemilik tidak juga mengurus IMB perubahan, dia akan mengambil tindakan tegas terhadap bangunan itu.

Pada perubahan bangunan ruko tersebut, pemilik meluaskan bangunan di atas lahan yang peruntukannya ruang publik seperti tempat parkir. Karena adanya penambahan bangunan, lahan parkir yang tersedia hanya bisa dipakai untuk 5 sepeda motor.

“Terjadi perubahan pada bangunan ruko, terutama adanya penggunaan lahan untuk ruang publik, sementara pemiliknya belum memiliki IMB perubahan,” tutur dia.

Kepastian belum ada IMB diperoleh Sudrajat ketika berdialog dengan pengelola café. Kegiatan pembangunan café itu menjadi sorotan publik karena lokasinya  terlalu dekat dengan belokan menuju RSUD R. Syamsudin, S.H. Beberapa laporan masuk dari masyarakat ke Satpol PP terkait café tersebut.

“Satu-satunya solusi bagi pemilik bangunan untuk menghentikan sorotan masyarakat dan teguran dari kami adalah mengurus IMB perubahan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Sukabumi,” ujar Sudrajat.

Sudrajat juga menyoroti tidak tersedianya lahan parkir yang memadai di tempat itu. Semestinya, kata dia, pemilik bangunan memikirkan ketersediaan lahan parkir yang cukup agar kendaraan para pengunjung café tersebut tidak mengganggu arus lalu lintas.  

“Kalau kondisinya seperti ini, nanti pengunjung mau parkir di mana.  Tidak mungkin mengandalkan lahan di ruko sebelahnya karena lahan tersebut juga akan digunakan oleh pemiliknya,” kata Sudrajat. (*)