Keluarga Besar SMAN 1 Gelar Shalat Istisqo

oleh -
Ratusan siswa, guru, dan komite sekolah SMAN 1 Kota Sukabumi menggelar shalat Istisqo di halaman sekolah.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Keluarga besar SMAN 1 Kota Sukabumi menggelar sholat Istisqo untuk memohon hujan bertempat di halaman sekolah mereka, Jumat (20/9/2019) pagi. Selain para siswa, jamaah shalat Istisqo itu juga berasal dari kalangan para guru dan komite sekolah yang mewakili para orang tua.

Usai melaksanakan sholat Istisqo berjamaah, imam memberikan khutbah tentang makna sholat Istisqo sebagai bentuk permohonan minta hujan kepada Allah SWT. Setelah itu, imam dan jamaah menggelar doa bersama.

“Kegiatan ini berasal dari ide para guru, khususnya tim keagamaan. Seluruh siswa dilibatkan di dalamnya. Tujuan utamanya untuk  beribadah sesuai dengan syariat Islam sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW,” kata  salah satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Kota Sukabumi, Asep Yana Komarudin ketika ditemui setelah shalat berjamaah. 

Harus dibiasakan, ujar Asep Yana, ketika menghadapi kemarau panjang, para siswa meminta hujan sesuai tuntutan Rasulullah melalui shalat Istisqo. Ini juga merupakan bagian dari pelajaran agama.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Kota Sukabumi, Asep Sukanta menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyadaran bahwa bumi dan segala isinya bukan milik manusia. Warga Sukabumi mengalami kemarau sudah sekitar 4 bulan, terasa susahnya, apalagi umat Nabi Yusuf yang dilanda kemarau selama 7 tahun.

Asep Sukanta, Kepala SMAN 1 Kota Sukabumi

Asep juga mengingatkan,  kemarau bukan hanya semata-mata kehendak Allah SWT, bisa jadi karena kerusakan alam oleh perbuatan manusia. Maka dari itu  dirinya memberikan pesan kepada para siswa untuk senantiasa menjaga dan mencintai alam agar ekosistem selalu terjaga dengan baik.

“Sementara ini di sekolah kami cukup air dari sumur bor walaupun agak tersendat. Kami mengimbau warga sekolah untuk bijak dalam menggunakan air. Biasanya menyiram tanaman di sekolah dua hari sekali, sekarang   menjadi lima hari sekali,” tutur Asep. 

Salah seorang siswi kelas kelas XII IPA 1, Fani Juliana mengatakan dirinya setuju dengan digelarnya sholat Istisqo sebagai bentuk pembelajaran cara meminta hujan sekaligus beribadah. Saat ini lingkungan tempat tinggalnya mengalami kekurangan air yang cukup parah.

“Pesawahan sudah tidak bisa terairi. Di tempat saya di Kecamatan Citamiang terjadi kekeringan dan kekurangan air,” tutur Fina. (*)