Rakor Perencanaan, Infrastruktur di Geopark Harus Alami

oleh -
Rakor perencanaan pembangunan pariwisata dalam rangka pengembangan kawasan geopark diresmikan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sukabumi, DR. H. Maman Abdurahman.

Wartawan AEP SAEPUDIN (Kowasi)

Guru Besar Ilmu Geologi yang juga Kepala Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung,  Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., Ph.D. mengatakan, penataan infrastruktur di kawasan geopark harus mengacu pada konsep alami. Sebab, sebagai warisan bumi, geopark harus dijaga kelestariannya sebagai bagian dari usaha konservasi lingkungan.

Pernyataan Prof. Mega itu disampaikan di hadapan peserta  Rapat Koordinasi (Rakor) Perencanaan Pembangunan Pariwisata dalam Rangka Pengembangan Kawasan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGG) di Hotel Augusta, Jalan Cikukulu, Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Kamis (19/9/2019).

Menurut dia, sifat alami geopark harus dijaga sebab di dalamnya terdapat objek-objek warisan bumi yang berpeluang menciptakan nilai-nilai ekonomi. Pariwisata geopark secara berkelanjutan, ujar dia,  harus dimaknai sebagai kegiatan dan upaya penyeimbang antara pembangunan ekonomi dengan usaha konservasi sehingga pada akhirnya masyarakat bisa terberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Pada rakor itu dibahas secara komprehensif seputar strategi percepatan pembangunan berbasis kawasan dengan locus pengembangan kawasan geopark. Rakor juga menyampaikan 13 rekomendasi yang harus dijalankan dalam pengelolaan dan pengembangan CPUGG.

Ketiga belas rekomendasi itu berupa rincian langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pengelola geopark antara lain pengaplikasian masterplan yang telah dibuat, legalisasi kemitraan, peningkatan aksesbilitas dan infrastruktur, peningkatan program edukasi ke sekolah, pengembangan modul pelatihan untuk SDM lokal, riset khusus tentang hayati dan hubungannya dengan geologi serta budaya, dan penghapusan istilah geoarea.

“Semua rekomendasi tersebut harus diimplementasikan bersama oleh seluruh instansi dan para pemangku kepentingan,” ujar Prof. Mega.

Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Sukabumi, DR. H. Maman Abdurahman menyampaikan, pada 2020 Kabupaten Sukabumi akan mengarahkan program pembangunan pada pembangunan ekonomi berbasis kawasan. Salah satu sektor yang paling memungkinkan dikembangkan dengan program tersebut adalah pariwisata.

“Kita mempunyai kawasan geopark dan potensi wisata lain yang akan dikembangkan. Prinsipnya mengembangkan kawasan pariwisata sama dengan memuliakan bumi dan mensejahterakan masyarakat,” ujar Maman. (*)