Pasokan Air Seret, Perusahaan Air Minum Minta Maaf

oleh -
Dirut Perumdam TBW, Abdul Kholik Fajdawani (baju batik) bersama staf saat meninjau sumber air baku di Cinumpang, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Efek kemarau panjang dan defisitnya tiga sumber mata air membuat pasokan air bersih dari Perumdam (Perusahaan Umum Daerah Air Minum) Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi seret dan tertatih-tatih. Untuk itu, jajaran direksi dan manajemen Perumdam TBW menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, khususnya para pelanggan air bersih.

“Kami minta maaf atas ketidaknyamanan yang diakibatkan pasokan air yang tidak lancar,” kata Dirut Perumdam TBW, Abdul Kholik Fajdawani saat meninjau sumber mata air di Cinumpang, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Kamis (19/9/2019).

Persediaan air di Cinumpang hampir mencapai titik nadir dengan persediaan yang sangat minimal. Bahkan dasar bendungan untuk menampung air tampak terlihat yang  membuktikan bahwa persediaan air sampai pada titik minimal di sumber air baku yang terletak di kaki Gunung Gede Pangrango tersebut.

Debit air di Cinumpang saat ini tinggal 100 liter perdetik, sedangkan kapasitas normalnya 250 liter/detik. Begitu juga di sumber air baku di  Cigadog dan Batukarut mengalami penurunan debit secara drastis. Penurunannya 50 hingga 60 persen.  

“Pengurangan debit air baku cukup drastis. Kami telah telah melakukan penambahan giliran penyaluran air ke pelanggan. Kami juga mendistribusikan air bersih dengan mobil tangki ke rumah-rumah pelanggan. Masyarakat yang membutuhkan air bersih silakan menghubungi kami atau datang langsung ke kantor kami. Kami siap mengirimkan air bersih dengan gratis,” ujar Abdul.

Dengan debit maksimal saja, jaringan Perumdam TBW tidak bisa memenuhi permintaan air bersih di semua daerah. Jumlah pelanggan BUMD milik Pemkot Sukabumi ini mencapai 21 ribu lebih. Apalagi sekarang, di tengah musim kemarau, kondisinya lebih parah lagi karena sumber air baku yang terbatas.

“Kami telah mengusulkan dibangunnya  sumber air baku yang baru kepada Bappeda. Nanti Bappeda akan melakukan studi terhadap kondisi air baku,” ujar dia.

Dia meyakini, melalui studi air baku nanti, Perumdam TBW akan mengetahui dengan persis kapasitas sumber air baku eksisting, apakah masih memadai atau sudah terjadi penurunan yang permanen. Untuk mengcover seluruh wilayah Kota Sukabumi, Perumdam TBW mesti mempersiapkan potensi-potensi air baku yang baru.

“Dari dulu, perusahaan yang kami kelola hanya mempunyai tiga sumber air baku,” tambah Abdul.

Sebagai dirut yang belum satu tahun menjabat, Abdul juga telah mencanangkan 7  program kerja yaitu pengamanan dan peningkatan sumber air baku, peningkatan kapasitas produksi dan distribusi, penambahan dan perbaikan jaringan perpipaan, penurunan tingkat kehilangan air, peningkatan kualitas pelayanan dan cakupan pelayanan, peningkatan penerimaan dan modal kerja, serta perbaikan manajemen dan peningkatan kualitas SDM.

Sementara itu Dewan Pengawas Perumdam TBW, Adil Budiman yang ikut dalam rombongan ke Cinumpang mengatakan, dirinya akan mensupport kinerja dirut yang baru dan jajarannya. Dengan melihat kondisi sumber air baku yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi, Permudam TBW harus menjaganya dengan baik. 

“Selama ini pelayanan bukan tidak bagus, akan tetapi belum optimal karena kondisinya belum bisa memberikan pelayanan menyeluruh ke seluruh lapisan masyarakat,” kata Adil. (*)