Satpol PP Gencarkan Penegakan Perda Mihol Nol Persen

oleh -
Yadi Mulyadi, Kepala Satpol PP Kota Sukabumi

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi gencar melancarkan razia dalam menegakkan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Larangan Minuman Beralkohol atau biasa disebut Perda Mihol Nol Persen. Aparat penegak perda ini secara insidental melakukan razia  ke tempat hiburan malam dan warung-warung yang diduga kuat menyimpan dan menjual mihol.

Berdasarkan perda tersebut, di Kota Sukabumi tidak boleh mengedarkan, menjual, dan menyimpan minuman beralkohol. Selama ini, Satpol PP masih menemukan para penjual mihol dengan menggunakan berbagai modus penjualan barang terlarang tersebut.

“Memang modus penjualan mihol bermacam-macam, ada yang menjual dalam bentuk utuh perbotol, yang lainnya menjual dengan dituangkan ke dalam kantong plastik,” kata Kepala Satpol PP Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi saat diwawancarai usai menghadiri pemusnahan barang bukti kejahatan di Kejari Kota Sukabumi, Rabu (18/9/2019).

Penjualan mihol,  ujar Yadi, juga dilakukan lewat tempat-tempat kos dengan menumpuk stok di tempat tersebut. Semua modus tersebut, kata dia, dapat dibongkar berkat operasi terpadu bersama jajaran kepolisian, TNI, dan Kominda. Dari operasi tersebut, petugas dapat mengumpulkan barang bukti mihol dalam jumlah banyak yang diserahkan ke Kejaksaan untuk dimusnahkan.

“Semua penjual mihol telah disidang tindak pidana ringan atau tipiring. Semua perkaranya sudah diputuskan oleh hakim,” jelas Yadi.

Pihaknya, lanjut dia, selalu mengingatkan warga Kota Sukabumi maupun pendatang tentang adanya perda mihol nol persen. Siapa pun yang kedapatan menyimpan, mendistribusikan, menjual, atau mengkonsumsi mihol akan dikenai pasal tipiring dengan hukuman sesuai dengan tingkat kesalahannya. 

Untuk menggencarkan sosialisasi perda mihol nol persen, dalam waktu dekat Satpol PP akan berkunjung ke sekolah-sekolah, khususnya SMP dan SMA dalam program Satpol PP Go To School. Pada program tersebut, Satpol PP akan melakukan sidak untuk memeriksa para pelajar agar mereka terhindar dari narkoba, rokok, maupun mihol. 

“Untuk pelaksanaan program ini, kami telah membuat kesepakatan dengan beberapa  kepala sekolah melalui fakta integritas. Nanti selanjutnya pihak sekolah harus siap ketika petugas Satpol PP melakukan inspeksi mendadak ke sekolah tersebut,” ujar dia. 

Yadi berani memastikan, program tersebut tidak akan mencemarkan nama baik sekolah. Satpol PP hanya ingin mengupgrade sekolah-sekolah yang telah tertib. Para siswa dan guru tidak perlu takut dengan kehadiran Satpol PP di sekolah, kata dia.