Inspektorat Cari Penyebab Skandal RS Al-Mulk

oleh -
Andri Setiawan Hamami

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Terkait gagal lelang pembangunan ruang inap RS Al-Mulk yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019, Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami menyatakan, dia maupun Wali Kota Sukabumi sedang melakukan evaluasi bersama Inspektorat untuk mencari penyebab kisruhnya proyek tersebut. Menurut Andri, evaluasi juga dilakukan terhadap gagalnya lelang pada 3 paket pekerjaan jalan.

“Sementara ini belum ada laporan dari Inspektorat kepada kami. Mengapa banyak anggaran yang tidak terserap? Apakah keterlambatan itu juga dari pusat? Kami masih menunggu laporan dari Inspektorat,” kata wakil wali kota usai menghadiri pemusnahan barang bukti di Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, Rabu (18/9/2019).

Gara-gara gagal lelang, dana yang semestinya digunakan untuk membangun ruang rawat inap RS Al-Mulk sekitar Rp6,5 miliar tidak dapat dikucurkan oleh pemerintah pusat. Kegagalan ini menimbulkan kekecewaan dan memicu munculnya istilah skandak RS Al-Mulk.

Berdasarkan laporan Inspektorat, ujar Andri, jika terbukti ada penyimpangan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau pejabat lainnya yang mengakibtkan gagal lelang pada proyek RS Al-Mulk, pimpinan akan menjatuhkan sanksi kepada mereka.

“Saat ini kami positive thinking dahulu sebelum ada laporan tertulis dari Inspektorat. Kalau gagal lelang disengaja oleh oknum tertentu, pasti ada sanksi untuk oknum tersebut,” ujarnya.

Apabila dalam laporan Inspektorat terbukti ada skandal yang memicu gagalnya lelang proyek RS Al-Mulk, kata dia, dan terbukti merugikan pemda dan masyarakat, pihaknya tidak dapat ikut campur untuk menyelesaikannya karena ranahnya sudah wewenang aparat penegak hukum.

“Yang jelas, kami ingin semua anggaran dari pusat harus bisa terserap dengan baik,” tambahnya. 

Waki wali kota mengaku sangat kecewa dengan tidak terserapnya DAK Rp6,5 miliar itu. Seandainya DAK itu sukses lelang, RS Al-Mulk akan mendapat tambahan puluhan ruang rawat inap sehingga bisa menjadi penyangga untuk pelayanan pasien agar tidak menumpuk di RSUD R. Syamsudin, S.H.

“Kami akan terus berupaya untuk mengajukan anggaran kembali agar memperoleh alokasi anggaran untuk pembangunan ruang rawat inap tambahan di RS Al-Mulk,” kata Andri. (*)