Gerakan Bulan Membaca Libatkan Pesantren dan Museum

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi bersama para pemangku kepentingan gerakan literasi pada peluncuran bulan Gerakan Bulan Membaca di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Gerakan Bulan Membaca (GBM) yang dirangkaikan dengan hari kunjungan perpustakaan di Kota Sukabumi melibatkan Pesantren Al-Fath dan Museum Kipahare. Peluncuran GBM dihadiri Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Sukabumi, Selasa (17/9/2019).

”Kegiatan ini unik karena tidak hanya dilakukan pemda semata tetapi bekerja sama dengan berbagai pihak antara lain Ponpes Dzikir Al-Fath terkait literasi budaya,” kata wali kota dalam sambutannya.

Selama BGM yang berlangsung dari 12 September hingga 30 September, Ponpes Al-Fath akan menggelar pameran Museum Prabu Siliwangi yang menampilkan naskah- naskah kuno. Sementara Museum Kipahare mempersembahkan berbagai permainan dan perkakas orang Sunda.

Selain itu masih banyak kegiatan dalam rangkaian BGM tersebut antara lain lomba gerakan sekolah menulis, pameran arsip sejarah Kota Sukabumi, book hunter, pameran untuk mengenang BJ Habibie, dan pameran perpustakaan inklusi berbasis sosial.

“Pameran perkakas sangat penting ditampilkan karena khawatir anak-anak SD hingga SMA yang identik dengan generasi milenial tidak tahu perpakas orang Sunda,” ujar Fahmi.

Wali kota mengharapkan gerakan literasi di Kota Sukabumi dapat tumbuh dan kokoh untuk membentuk anak-anak dan remaja serta pelajar menjadi generasi yang hebat.  Dari gerakan literasi akan lahir generasi hebat dengan wawasan yang luas dan mampu menjunjung tinggi peninggalan budaya. 

Sementara itu Kepala Dispusip Kota Sukabumi, Nicke Siti Rahayu mengatakan, September merupakan BGM yang dulu dicanangkan oleh presiden kedua RI, Soeharto pada 14 September 1995. BGM merupakan upaya peningkatan literasi di Kota Sukabimi yang sejalan dengan visi misi wali kota dan wakil wali kota yakni religius, nyaman, dan sejahtera.

Di tempat yang sama, Pimpinan Pesantren Al-Fath, KHM. Fajar Laksana menjelaskan, lomba karya tulis yang digelarnya diikuti sekitar 500 pelajar. Jumlah yang cukup tinggi ini, ujar dia, menunjukkan naiknya minat masyarakat terhadap budaya literasi dan sejarah, khusunya Sunda. 

“Selain itu kami menyelenggarakan pameran dan pertunjukan aneka seni budaya Sunda seperti permainan boles, upacara adat payung agung, gotong lisung,  kacapi suling, dan pencak silat,” kata Fajar. (*)