Andalkan Menu Bebek, Kedai Mamita Mulai Ramai Pengunjung

oleh -
Pemilik Kedai Mamita yang menyajikan menu khas bebek dengan sambal hitam, Yesi Puspitasari (paling kanan) ketika melayani salah satu pelanggan setianya.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Kedai Ayam Bebek Kopi Mamita makin percaya diri karena tempat usaha kuliner ini mulai ramai dengan pengunjung. Dengan mengandalkan menu bebek dan sambal hitam khas Madura, Mamita diperhitungkan oleh para penggemar kuliner di seputaran Kota Sukabumi.

“Awalnya kami melihat peluang usaha kuliner bebek di Kota Sukabumi masih jarang, sementara di daerah lain menu bebek lagi ngehits. Banyak orang suka makan bebek apalagi bebek Madura,” kata Yesi Puspitasari, pemilik kedai Mamita ditemui di kiosnya di Jalan Rumah  Sakit Belakang (belakang RS Bunut) Kota Sukabumi, Selasa (10/9/2019).

Sebelum nenempati ruko permanen, Mamita menggelar dagangan di depan Mapolres Sukabumi Kota dengan tenda yang sederhana. Karena menunya diburu penggemar kuliner, Mamita mengalihkan tempat usahanya ke ruko baru yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pelayanan.

Ada yang berbeda tentang bebek yang disajikan oleh Yesi, dia menggunakan resep bebek dengan sambal hitam Madura dengan rasa khas. Dia mendapatkan resep tersebut dari hasil browsing dan praktek sendiri. Hasilnya banyak pelanggan yang menyukai resep tersebut.

“Saya belajar meracik bebek dari praktik sendiri setelah melihat tutorial dari browsing. Alhamdulillah banyak yang suka dengan resep yang saya kembangkan,” ujarnya.

Di Kota Sukabumi, baru Mamita yang menyajikan babek dengan sambal hitam Madura. Untuk pasokan daging bebek, Yesi mendapatkannya dari para peternak bebek di daerah Jampang. Dia sengaja memilih lokasi yang sekarang karena tempatnya strategis dan berada di lingkungan perkantoran dan rumah sakit.

“Untuk mengatasi persaingan, kami selalu menjaga kualitas dan memberikan bumbu serta nasi dalam porsi besar. Kendala kami memang di modal, sulit kalau harus bersaing dengan usaha kuliner yang sudah punya merk besar. Tapi kami tetap pertahankan cita rasa,” tutur Yesi.

Selanjutnya, kata dia, Kedai Mamita di belakang RS Bunut akan dijadikan pilot project. Apabila sukses di Kota Sukabumi, Maminta akan dikembangkan ke daerah lain untuk menjangkau kawasan Jabodetabek.

“Kami juga menyajikan kopi istimewa dan fasilitas wifi gratis,” kata Yesi. (*)