Persaudaraan Kembang Ajarkan Paranormal Tanpa Mistik pada Warga Sukabumi

oleh -
Salah satu praktik di kelas Super Paranormal oleh Padepokan Persaudaraan Kembang untuk memahami hal-hal yang selama ini dianggap mistik dan takhayul.

Wartawan Raymond Candra

Pedepokan Persaudaraan Kembang yang berpusat di Bekasi menyelenggarakan kelas workshop Super Paranormal (SP) di berbagai daerah untuk membantu masyarakat dalam menghadapi hal-hal mistis dan takhayul. Salah satu daerah yang pernah disinggahi Persaudaraan Kembang adalah Sukabumi.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat melalui kelas workshop Super Paranormal,” kata Ketua Padepokan Persaudaraan Kembang, Ki Rawa Panggia yang juga akrab dipanggil Bang Away ketika dihubungi wartawan, Selasa (28/8/2019).

Kelas SP, ujar dia, merupakan yang pertama di Sukabumi.  Bang Away dan anggota padepokan berada di Sukabumi selama dua hari, Sabtu (24/8/2019) dan Minggu (25/8/2019). Padepokan berdiri tahun 1998 ini sudah berkeliling Indonesia untuk mengadakan kelas SP.

“Kami ingin memberantas dan membongkar trik-trik dan praktik  perdukunan. Di era modern ini masih saja ada masyarakat yang percaya pada mistik dan takhayul,” tutur dia.

Bagi Away dan padepokan yang dipimpinnya, kelas SP yang diberikan kepada masyarakat tidak mengandung hal-hal mistis, semuanya bisa dijelaskan secara ilmiah dan sesuai dengan metode science. Semua ilmu, kata dia, adalah milik Allah SWT, Maha Pemilik Segalanya.

Di kelas SP yang diadakan di Sukabumi, pesertanya berasal dari berbagai daerah. Selain dari Sukabumi, banyak peserta dari Cianjur dan Kabupaten Bogor. Kepada para peserta kelas SP, Away menjelaskan ilmu kebal, pelet, dan hal-hal yang selama ini masuk di wilayah takhayul secara ilmiah.

Salah seorang peserta yang sehari-hari bekerja sebagai perawat mengatakan, dia mendapatkan banyak manfaat dari kelas SP yang diikutinya. D tempat kerjanya, dia sering menghadapi pasien yang mengalami kesurupan, psikosomatis, histeria, dan sejenisnya. Di kelas SP, dia memperoleh pengetahuan dan teknik untuk menghadapi gangguan-gangguan tersebut. (*)