Orang Tua Ikut Perjusami SDN Desa Cibima

oleh -
Para penggalang muda dari SDN Desa Cibima bersiap-siap untuk pulang ke rumahnya masing-masing setelah mengikuti kegiatan Perjusami selama dua hari tiga malam.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Ratusan orang tua siswa SDN Dewi Sartika Citra Bina Mandiri (Desa Cibima) ikut Perjusami (Perkemahan Jumat Sabtu Minggu) di kawasan Buper Elang Jawa, Pondok Halimun. Mereka yang ikut kemping itu terutama orang tua yang siswanya dari kelas 4. 

“Saya bersama suami ikut menginap di perkemahan sejak hari Jumat. Kami memasang tenda di dekat aliran sungai. Kami sengaja ikut agar tidak bolak-balik melihat anak yang sedang kemping,” kata Rini Paramita, salah satu orang tua siswa kelas 4B SDN Desa Cibima ditemui pada pentupan Perjusami, Minggu (25/8/2019).

Anaknya, ujar Rini, baru pertama kali ikut kemping di alam terbuka. Jadi, dia dan suami serta nenek dari anaknya itu merasa khawatir terhadap anak yang belum punya pengalaman tidur di dalam tenda.

Bukan hanya Rini dan keluarganya, puluhan orang tua siswa juga mendirikan tenda di sekitar areal Perjusami. Sebelumnya mereka bikin janji untuk mendampingi putra-putrinya yang berada di lokasi Perjusami selama tiga hari dua malam. Sebagian dari para orang tua itu tidur di dalam mobil dan warung-warung di sekitar Pondok Halimun.

Para orang tua siswa SDN Desa Cibima mengikuti kegiatan Perjusami untuk mendampingi putra-putrinya yang baru pertama kali ikut kemping di alam terbuka.

Maklum akhir pekan, kawasan Pondok Halimun sepanjang pelaksanaan Perjusami dipadati oleh pengunjung dari berbagai daerah. Kehadiran para peserta Perjusami dan orang tuanya serta wisatawan otomatis meningkatkan omset para pedagang makanan dan minuman.

Pada acara Perjusama itu, sebanyak 120 siswa yang sebagian besar dari kelas 4 dari Pramuka Siaga naik tingkat menjadi Penggalang.  Sementara 160 siswa yang lainnya dari kelas 5 dan 6 telah lebih dahulu menyandang Pramuka Penggalang. 

Selama berada di tempat kemping, para praja muda karana itu terlihat senang dan bersemangat mengikuti semua kegiatan. Mereka ikut antre ketika memasuki jam makan, ikut shalat berjamaah, dan berpetualang di alam terbuka. Sebagian siswa terpaksa pulang pada Sabtu sore atau malam karena kondisi badannya drop.  Semua siswa yang mengikuti Perjusami mendapat sertifikat dari sekolah.

Nashriel Syawal Firdaus, Ketua Regu Macan dari kelas 4B benar-benar dapat menikmati Perjusami. Di tempat perkemahan, Nashriel harus belajar menjadi  pemimpin untuk 10 anggotanya. Dialah yang bertanggung jawab untuk memberikan aba-aba kepada anak buahnya untuk makan bersama, shalat berjamaah, sampai memastikan regunya lolos dalam ujian rintangan pada setiap pos.

“Lumayan melelahkan, tapi senang. Inilah pengalaman pertama saya hidup mandiri di dekat hutan,” ujar dia. (*)