Satgasos Bareta Indonesia Diapreasi Muspida dan Masyarakat

oleh -
Pelantikan Satgasos di Ponpes Dzikir Al-Fath dihadiri Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi (paling kanan); Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi (kedua dari kanan); Wakil Kapolres Sukabumi Kota, Kompol Sulaeman Salim; dan Ketua Umum Bareta Indonesia, Junaedi Tanjung (ketiga dari kiri).

Wartawan Fitra Yudi Saputra

Kehadiran Satgasos (Satuan Tugas Sosial) Barisan Evakuasi Tanggap Bencana (Bareta) Indonesia diapresiasi dan disambut oleh kalangan Muspida Kota dan Kabupaten Sukabumi. Buktinya, pelantikan Satgasos tersebut dihadiri para pejabat penting seperti Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi; Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi; Wakil Kapolres Sukabumi Kota, Kompol Sulaeman Salim; dan para pejabat Dinsos Kabupaten Sukabumi.

Pelantikan Satgasos Bareta Indonesia dilangsungkan di Ponpes Dzikir Al-Fath, Sabtu (24/8/2019). Pada pelantikan itu, wali kota dan Kapolres menyampaikan sambutan dan apresiasinya terhadap Satgasos Bareta Indonesia.

“Kehadiran Satgasos ini bertujuan untuk menanggulangi gejala-gejala sosial dan membantu para penyandang disabilitas. Satuan ini secara rutin akan memberikan bantuan berupa kursi roda, tongkat ketiak, dan kaki palsu kepada para penyandang disabilitas bersama Dinas Sosial melalui kerja sama dengan Bareta Indonesia,” kata Ketua Umum Bareta Indonesia,  Junaedi Tandjung.

Jumlah hadirin pada kegiatan itu tidak kurang daripada 200 orang. Pada pelantikan Satgasos tersebut, penyelenggara menampilkan atraksi debus oleh Garda Elang yang merupakan  sayap juang dan pasukan taktis dari Bareta Indonesia.

Garda Elang yang merupakan sayap juang dan pasukan inti dari Bareta Indonesia dalam mendukung penanggulangan bencana.  

“Kami selalu siap diterjunkan ke lokasi bencana untuk mengamankan situasi dan pengamanan tanggap darurat bencana bersama Bareta Indonesia,” kata Pimpinan Garda Elang, Abdullah yang akrab disama Abah Dullah.

Di bawah pimpinan Abah Dullah, Garda Elang terus bergerak dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam bentuk tenaga maupun aksi sosial. Saat ini jumlah anggota inti Garda Elang mencapai 50 orang.

Selain itu, ujar Abah Dullah, organisasi yang dipimpinnya  terus menyatukan berbagai unsur pelaku seni, budaya, dan adat istiadat kesundaan. (*)