Unit Belum Balik Nama, Operasional BRT Terhambat

oleh -
Kehadiran bus Si Tayo di Jalan Lingkar Selatan sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Sukabumi yang akan mengakses Terminal Tipe A KH. Ahmad Sanusi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Terhambat oleh unit mobil yang belum balik nama, pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) atau lebih dikenal dengan nama bus Si Tayo diundur lagi hingga awal tahun depan. Sampai sekarang status bus yang merupakan hibah dari Kementerian Perhubungan itu masih milik pemerintah pusat, belum balik nama menjadi aset Pemkot Sukabumi.

“Salah satu faktor penghambat pengoperasian BRT adalah nama pemiliknya pada STNK masih pemerintah pusat. Seharusnya kalau kami yang mengoperasikan, bus tersebut harus dibalik nama menjadi milik Pemkot Sukabumi,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Abdul Rachman ketika dihubungi wartawan, Jumat (23/8/2019).

Selain itu, untuk mengoperasikan BRT, Dishub menghadapi kendala biaya operasional. Rencananya Si Tayo akan dioperasikan  di sepanjang Jalan Lingkar Selatan (JLS) untuk melayani masyarakat yang menuju dan meninggalkan Terminal Tipe A KH. Ahmad Sanusi Kota Sukabumi.

”Tentu kami harus menyediakan dana subsidi yang cukup besar karena pendapatan dari tarif tidak akan cukup untuk menutupi biaya operasional,” ujar Abdul.

Untuk proses balik nama dan penyediaan dana operasional Si Tayo, lanjut dia, Dishub telah mengajukan anggarannya di Perubahan APBD 2019. Saat ini, langkah yang didahulukan oleh Dishub adalah memenuhi aspek legalitas agar BRT berstatus milik Pemkot Sukabumi.

“Kami menargetkan BRT bisa mulai beroperasi pada bulan Januari 2020. Rute yang dilayani bus ini tidak berubah yakni melayani akses ke terminal KH. Ahmad Sanusi. Jalur tersebut masih belum dilalui oleh jalur angkutan umum,” ujarnya.  

Dia mengharapkan Si Tayo dapat  membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sarana transportasi yang terakses ke Terminal Tipe A. Abdul mengimbau pada waktu Si Tayo telah beroperasi, masyarakat bisa memanfaatkan bus tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Rencana operasional BRT ini mendapat dukungan dari Pemprov Jawa Barat sebagai pemilik Jalan Lingkar Selatan dan Pemkab Sukabumi sebagai pemilik wilayah yang akan dilewati bus ini. Baik Dinas Perhubungan maupun Bappeda Kabupaten Sukabumi mendukung rencana kami ini,” tutur dia. (*)