Pemda akan Giring Pelajar Naik Angkutan Umum

oleh -
Pembukaan pemilihan pelajar pelopor keselamatan transportasi darat dilakukan oleh Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi (keenam dari kanan) didampingi Kepala Dishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman (kelima dari kanan) dan para pejabat daerah serta para pelajar.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Masih minimnya angkutan umum yang nyaman untuk kalangan pelajar di Kota Sukabumi merupakan salah satu penyebab pelajar membawa kendaraan bermotor ke sekolah, padahal mereka belum mempunyai SIM. Hal inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Sukabumi, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) yakni menggiring para pelajar menggunakan transportasi publik.

Demikian disampaikan Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi saat membuka pemilihan pelajar pelopor keselamatan transportasi darat tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2019 di Hotel Horison Sukabumi, Rabu (21/8/2019). Terkait dengan hal itu, kata Fahmi, pemda harus menyiapkan  transportasi publik yang aman, nyaman, dan murah agar para pelajar tertarik untuk menggunakannya.

“Kendala sekarang kenapa para pelajar nekad membawa kendaraan sendiri, karena tidak terfasilitasi kendaraan publiknya. Menjadi PR bagi kita semua tentang hal ini,” kata Fahmi.

Wali Kota Sukabumi juga menyoroti angka kecelakaan lalu lintas  yang masih tinggi dengan persentase terbesar korbannya dari para pelajar. Kegiatan pemilihan pelajar keselamatan transportasi darat dapat melahirkan  duta-duta keselamatan berlalu lintas di wilayahnya masing-masing.

“Kami harapkan seluruh pelajar yang berkumpul saat ini bisa menjadi duta pelopor keselamatan lalu lintas,” tuturnya.

Sementara Kepala Dishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman mengatakan, pemilihan pelajar pelopor keselamatan transportasi darat bukan kejuaraan semata. Hal yang terpenting dari kegiatan tersebut adalah meningkatkan  peran pelajar dalam menjaga keselamatan berlalu lintas di kalangan mereka. Hendaknya para peserta kegiatan ini dapat menjadi  duta keselamatan bagi teman-temannya di sekolah.

“Sudah sewajarnya jika sesama pelajar saling mengingatkan hal yang baik, termasuk keselamatan berlalu lintas. Kalau sesama pelajar yang menyampaikan, komunikasinya akan berjalan lancar dan efektif,” kata Abdul. 

Para peserta pemilihan pelajar pelopor keselamatan transportasi darat  akan dididik selama lima hari dengan materi seputar lalu lintas dan keselamatan transportasi darat. Diharapkan Abdul, kegiatan tersebut dapat menurunkan angka kecelakaan di kalangan remaja. (*)