SDN Brawijaya Tanamkan Patriotisme Lewat Karnaval

oleh -
Kepala SDN Brawijaya, R. Histato D. Kobasah (belakang, kedua dari kanan) bersama orang tua dan siswa yang mengenakan aneka kostum untuk memeriahkan HUT ke-74 RI.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Guna menanamkan jiwa patriotisme sejak dini, SDN Brawijaya Kota Sukabumi menggelar karnaval pakaian tradisional dan baju dinas para profesional dalam rangka memperingati HUT ke-74 RI yang dipusatkan di halaman sekolah, Rabu (21/8/2019). Pada karnaval tersebut, para siswa mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah dan memerankan diri sebagai PNS serta anggota TNI dan Polri.

“Ada juga siswa yang mengenakan pakaian yang mirip dengan baju kebesaran Presiden Soekarno. Kegiatan peringatan HUT RI ini dapat terselenggara berkat adanya peran aktif para orang tua, komite, dan para guru.  Konsep peringatan tahun ini menanamkan kebaikan, karakter,  dan nilai-nilai budaya kepada para siswa,” kata Kepala SDN Brawijaya, R. Histato D. Kobasah ketika ditemui di tempat kegiatan.

Peringatan HUT RI, ujar dia, bukan sekedar diisi dengan  acara seremonial. Pihak sekolah ingin memberikan pelajaran pada acara peringatan kemerdekaan bangsa tersebut yakni memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter generasi muda. 

Para siswa dan guru SDN Brawijaya Kota Sukabumi memeriahkan HUT ke-74 RI dengan karnaval pakaian adat tradisional dan baju dinas PNS, TNI, dan Polri.

Selain karnaval, peringatan HUT ke-74 RI di SDN Brawijaya diisi dengan berbagai lomba antara lain lomba menghias kelas, lomba tumpeng, bernyanyi solo, perlombaan permainan, dan lomba edukatif yaitu membaca Pembukaan Undang-Undang Dasar 45.

“Makna kemerdekaan sesuai dengan hakikat merah putih. Merah artinya kebijaksanaan dan kedewasaan, sedangkan putih artinya keikhlasan dalam belajar. Kami para guru memberikan keikhlasan dalam mendidik,” ungkapnya.

Sementara salah satu orang tua siswa kelas 2b, Elis Suprianti mengatakan, para orang tua pada dasarnya mendukung kegiatan tersebut karena memiliki nilai edukasi untuk anak-anak terkait makna dan semangat kemerdekaan.

Para orang tua rela menghabiskan waktu selama satu minggu untuk menghias kelas dan bekerja sama dalam pembuatan tumpeng. Selama berpartisipasi dalam peringatan HUT RI itu, ujar Elis, jalinan silaturahmi dan keakraban di antara para orang tua semakin kuat. 

“Adanya peringatan HUT kemerdekaan ini, orang tua dan anak-anak bersama-sama, bersatu, dan bekerja keras untuk mencapai harapan bersama,” kata Elis. (*)