Disnak Siaga Rabies, Terjunkan Tim ke Kecamatan

oleh -
H. Iwan Karmawan

Wartawan AEP SAEPUDIN (Kowasi)

Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi menyatakan siaga rabies dengan menerjunkan tim ke kecamatan-kecamatan. Langkah ini bertujuan untuk  mengendalikan, mencegah, dan menanggulangi virus rabies di tengah masyarakat. Dalam melancarkan siaga rabies, Disnak melibatkan tokoh masyarakat,  para pemilik anjing, dan ibu-ibu posyandu.

Hal itu disampaikan Kepala Disnak Kabupaten Sukabumi, H. Iwan Karmawan saat ditemui di halaman Gedung BKPSDM setelah menghadiri perlombaan HUT ke-74 RI, Selasa (20/8/2019). Salah satu tindakan yang diambil tim siaga rabies, kata Iwan, adalah menyuntikkan vaksin rabies atau vaksinasi ke tubuh hewan yang sering dijangkiti penyakit tersebut seperti anjing, monyet, dan kucing.

“Beberapa kecamatan berstatus rawan rabies. Karenanya kami mengambil langkah siaga rabies,” tutur Iwan.

Tim penanggulangan rabies tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Maysrakat Veteriner (Kesmavet) pada Disnak Kabupaten Sukabumi, drh. Asep Kurnadi. Kepada wartawan Asep mengatakan, vaksinasi rabies massal merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun atau pada waktu-waktu terjadi wabah rabies.

“Setiap tahun kami  mengadakan vaksinasi massal di beberapa kecamatan yang rawan serangan rabies. Dari tahun ke tahun, beberapa kecamatan dijadikan prioritas untuk kegiatan vaksinasi massal tersebut,” ujar Asep.

Sampai sekarang kecamatan-kecamatan yang sudah didatangi untuk vaksinasi rabies massal terdiri dari Cikembar,  Jampangtengah,  dan Nyalindung. Tidak lama lagi tim akan melaksanakan vakisinasi rabies massa di Kecamatan Gegerbitung dan Kecamatan Purabaya.

“Lima kecamatan itulah yang rutin dijadikan tempat vaksinasi massal. Dalam kegiatan ini kami melibatkan kader posyandu dengan tujuan menyampaikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait rabies dan vaksinasinya,” jelas Asep.

Kegiatan vaksinasi tersebut, lanjut dia, mendapat sambutan dari masyarakat. Tim mendatangi para pemilik hewan yang menjadi agen penyebar virus rabies. Selain itu tim juga menguber anjing liar yang tidak ada pemiliknya untuk diberi suntikan vaksin rabies.

“Untuk memberikan vaksin kepada anjing liar, kami mengalami kesulitan. Karena itu kami anjurkan kepada masyarakat untuk mengusir anjing-anjing liar tersebut dari lingkungan permukiman penduduk agar tidak membahayakan dan mengancam keselamatan penduduk,” ujarnya.

Perkembangan terakhir di lapangan, sepanjang tahun ini belum ada kasus warga terkena virus rabies akibat gigitan anjing atau monyet. Asep mengharapkan, siaga rabies yang sedang dilancarkannya dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan membebakan Kabupaten Sukabumi dari penyakit rabies. (*)